Dulu banget waktu SMA pernah ada tes IQ, bagian yang paling tinggi dari hasil tes itu adalah 'Kemampuan Pandang Ruang'. Karena penasaran maksudnya apa jadi kesana kemari nyari info maksudnya apa dengan 'Kemampuan Pandang Ruang' itu. Ternyata dari beberapa sumber maksud kemampuan pandang ruang itu adalah kemampuan untuk membayangkan keberadaan kita dalam satu ruang 3 dimensi dan mengenali kondisi sekitarnya. Mungkin istilah lainnya kemampuan berimajinasi kali yah.

Pada saat itu tidak terlalu menjadi perhatian, sekarang kalau dipikir-pikir ternyata kemampuan itu sangat berguna dalam pemrograman, terutama memprogram sistem embedded. Kalau kita membuat aplikasi untuk 'General Purpose Computer' dengan user interface yang lengkap dengan mudah kita membuat trap-trap untuk menggambarkan jalannya suatu program dalam satu komputer. Keadaan akan sangat berbeda apabila kita memprogram sistem embedded yang sangat minim user interface-nya. Yang kita dapat lakukan adalah membayangkan jalannya aplikasi kita dalam pikiran kita, kemudian memvalidasinya dengan simtom-simtom yang muncul pada waktu sistem dijalankan. Kondisi ini semakin rumit apabila sistem kita menggunakan sistem multi-tasking, dimana beberapa task bisa berjalan seolah-olah berbarengan.

Pada kondisi-kondisi seperti inilah ternyata kemampuan pandang ruang tersebut menjadi sangat berguna. Sering (atau selalu) pada waktu membuat sumber program saya secara bersamaan membayangkan jalannya program. Dengan cara tersebut banyak hal-hal salah yang dapat ditemukan sebelum program dijalankan pada perangkat keras.