Sebagai pengenalan, teknologi mixed fuel adalah teknik menggabungkan bahan bakar solar dengan bahan bakar gas alam pada mesin disel. Kami sudah mengembangkan teknologi ini sejak tahun 2003 sebenarnya akan tetapi baru intensif dikembangkan lagi pertengahan tahun ini.Sejak awal bulan ini teknologi mixed fuel kami sedang di uji-cobakan di salah satu forklift salah satu gudang industri di daerah Ancol Jakarta Utara. Hasilnya sementara ini jauh diatas ekspektasi kita.Dari sisi pemakaian solar menunjukkan dengan penambahan gas terjadi penurunan konsumsi sebesar 55%. Jumlah total gas yang dikonsumsi sangatlah kecil, masih di bawah jumlah solar yang dihemat. Secara kasar total penghematan yang dapat dicapai adalah berkisar di angka 40% dari perkiraan semula kami hanya 20%.Penambahan gas ternyata juga membuat pembakaran lebih sempurna karena emisi hasil pembakaran turun 60%.Dari segi performansi terlihat forklift lebih bertenaga. Uji coba dengan beban 3 ton pada jalan menanjak, pada kondisi murni solar mesin harus berada pada rpm tinggi, sementara dengan penambahan gas mesin cukup pada putaran mesin sedang.Analisa awal saat ini adalah kenyataan bahwa mesin disel dengan teknologi lama melakukan pembakaran dengan tidak sempurna sehingga memiliki tingkat emisi yang tinggi. Dengan penambahan sedikit gas menjadikan pembakaran mejadi jauh lebih sempurna sehingga didapatkan penghematan bakan bakar dan hasil pembakaran yang lebih bersih.Efek penambahan gas pada mesin disel baru dengan teknologi commonrail masih belum diketahui apakah menimbulkan efek yang sama, karena pada teknologi ini juga sudah dicapai tingkat efisiensi yang cukup tinggi.Saat ini di lab , mixed fuel juga sedang dicobakan pada mobil niaga (isuzu panther) . Untuk sementara hasilnya masih belum dapat dipaparkan karena masih dalam tahap uji coba dan pengukuran.Peluang penerapan teknologi ini sepertinya masih luas mengingat transportasi umum saat ini banyak yang menggunakan mesin disel seperti bus dan truk angkutan.