Saat ini untuk keperluan skrining covid19 hanya ada dua cara yaitu Rapid Test yang menggunakan sampel darah, dan yang lebih akurat PCR test yang sampelnya diambil menggunakan swab ke hidung atau tenggorokan. Rapid test sifatnya hanya petunjuk awal, kalau hasilnya reaktif harus dilanjut dengan PCR test untuk meyakinkan kondisi saat itu. Kedua tes tersebut tentu saja hanya valid pada saat dilakukan pengambilan sampel, setelah itu sebenarnya ya sudah tidak valid.

Karena kedua tes tersebut bervarian terhadap waktu terus apakah kita harus melakukan tes setiap hari ???? Disamping faktor ketidak-nyamanan harga yang mahal juga menjadi kendala saat ini untuk melakukan kedua tes tersebut. Saat ini orang biasanya melakukan tes kalau akan melakukan proses perjalanan dimana hasil tersebut menjadi syarat untuk memasuki daerah tujuan, atau kalau sudah sakit ada gejala maka akan melakukan PCR test.

Terus bagaimana kita yang ada dirumah untuk mengetahui kondisi ketertularan kita terhadap Covid19 ? Adakah tes yang simple yang dapat kita lakukan setiap hari di rumah ?

Infeksi virus Covid19 ini masuk melalui paru-paru, kemudian di paru-paru ini virus akan mulai berbiak. Setelah jumlah virus menjadi banyak baru akan terdeteksi oleh daya tahan tubuh kemudian daya tahan tubuh melakukan serangan terhadap virus yang terlanjur banyak ini dan serangannya cenderung berlebihan sehingga menghasilkan dahak yang banyak di paru-paru. Dahak yang banyak ini membuat manusia kesulitan bernafas dan pada beberapa kasus menjadi meninggal.

Mode Vertical

Semakin banyaknya virus dan dahak di paru-paru ini tentu saja mengurangi daya serap oksigen sehingga kandungan oksigen di darah menjadi berkurang. Pada kondisi normal kandungan oksigen dalam darah ini mencapai di atas 90%. Disinilah kita dapat menggunakan oximeter yang dapat mengukur kandungan oksigen dalam darah kita. Kita dapat melakukan pengukuran setiap hari dengan nyaman di rumah. Apabila terdeteksi ada kecenderunan turunnya kandungan oksigen dalam darah sebaiknya segera periksa ke dokter.

Disclaimer : Tulisan ini bukan ditujukan sebagai pengganti tes covid19 dan tidak dapat dijadikan sebagai rujukan apapun. Oximeter hanya digunakan sebagai early warning saja dan bisa juga karena penyakit lain misalnya asthma