<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Elangmaya</title>
	<atom:link href="http://elangmaya.lensa.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://elangmaya.lensa.or.id</link>
	<description>d0d0 notes on his interest</description>
	<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 10:28:47 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Aku Bukan Superman</title>
		<link>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/aku-bukan-superman/</link>
		<comments>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/aku-bukan-superman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 10:28:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sueng</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Life]]></category>

		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangmaya.lensa.or.id/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Kasihan sekali rasanya melihat beban tugas belajar yang diemban anak-anak jaman sekarang. Menjadi korban obsesi para profesor doktor yang pinter-pinter supaya seluruh anak Indonesia menjadi seperti mereka. Benarkah untuk bisa hidup di dunia ini kita harus dibekali dengan semua ilmu yang ada di dunia ini ? Mampukah setiap anak di Indonesia menyerap ilmu sebanyak para profesor doktor tersebut ? Apakah definisi sukses sebagai manusia Indonesia itu harus seragam ? Apakah semua harus kaya raya ? A...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kasihan sekali rasanya melihat beban tugas belajar yang diemban anak-anak jaman sekarang. Menjadi korban obsesi para profesor doktor yang pinter-pinter supaya seluruh anak Indonesia menjadi seperti mereka. Benarkah untuk bisa hidup di dunia ini kita harus dibekali dengan semua ilmu yang ada di dunia ini ? Mampukah setiap anak di Indonesia menyerap ilmu sebanyak para profesor doktor tersebut ? Apakah definisi sukses sebagai manusia Indonesia itu harus seragam ? Apakah semua harus kaya raya ? Apakah semua harus bertitel S3 , S4 , S5 ? Apakah hanya orang-orang seperti itu yang dapat berperan dalam pembangunan Indonesia yang besar ini ?</p>
<p>Stereotype-stereotype itu yang membuat kita tidak bisa menghargai peran orang lain dalam keberhasilan bersama. Karena hanya orang-orang dengan stereotype tertentu saja yang bisa dianggap berhasil.</p>
<p>Menurut saya keberhasilan itu harus dilihat dari banyak sisi , banyak faktor. Semua partisipan punya peran dalam menentukan keberhasilan, sehingga semua level dari yang paling bawah sampai paling atas harus dihargai perannya. Dengan pandangan seperti itu berarti keberhasilan masing-masing pribadi juga tidak bisa disamakan tergantung dari masing-masing keahliannya. Semua keahlian jadi harus dihargai. Semua kemampuan harus dihargai.</p>
<p>Tentu saja ada beberapa faktor/kemampuan dasar yang harus dikuasai setiap pribadi.</p>
<p>Karakter positif/budi pekerti adalah satu faktor yang harus dimiliki setiap individu. Supaya berperan terhadap komunitas individu-individu haruslah jujur , tepat janji , berani dan tentu saja faktor positif lain yang tidak dapat saya sebutkan karena tidak semua saya ketahui. Sayangnya saat ini anak-anak kita sekarang disuguhi contoh-contoh yang sebaliknya , padahal pendidikan yang paling efektif dalam bidang ini adalah CONTOH.</p>
<p>Kemampuan verbal dan tulis adalah hal kedua yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk keperluan berkomunikasi. Bukan maksud saya mendiskriminasi para difabel karena para difabel bisa menggunakan media lain yang setara untuk berkomunikasi. Kemampuan ini penting kalau kita ingin maju bersama , tanpa adanya kemampuan ini yang ada hanyalah kekacauan karena selalu terjadi miskomunikasi. Pesan tidak pernah sampai ke tujuan sehingga eksekusi tidak pernah sesuai dengan yang diinginkan. Keputusan tidak dapat dibuat tepat sasaran karena informasi yang sampai mengalami distorsi karena salah dalam penyampaian.</p>
<p>Kemampuan berhitung adalah kemampuan dasar yang ketiga harus dimiliki oleh setiap individu. Semua individu harus dapat menghitung peran-peran yang dimilikinya. Dapat menghitung resiko-resiko yang menimpanya. Dapat menghitung keuntungan-keuntungan yang akan diterimanya. Masing-masing dapat menghindarkan diri dari penipuan.</p>
<p>Menurut saya ketiga hal itu yang harus dijejalkan pada pendidikan dasar sehingga anak-anak benar-benar siap untuk menerima ilmu pada jenjang berikutnya dan/atau berperan dalam komunitas pada tingkatan tertentu.</p>
<p>Di pendidikan yang lebih lanjut barulah anak-anak bisa diperkenalkan pada ilmu-ilmu lain yang dalam pembelajarannya sangat membutuhkan ketiga kemampuan tersebut untuk mencernanya. Pada pendidikan yang lebih tinggi barulah spesialisasi dilakukan.</p>
<p>Tapi itu semua memang hanya hasil pemikiran orang biasa yang hanya punya kemampuan pikiran sangat dangkal tidak bisa menjangkau jauh, hanya bisa menyimpulkan dari kejadian sehari-harinya untuk ditulis dalam lembar sampah. Yang melihat setiap hari orang-orang pinter yang hanya memanfaatkan kepandaiannya untuk keperluan diri sendiri dan menipu orang lain.Yang berpikiran kepandaian hanyalah merusak tanpa adanya karakter yang positif.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/aku-bukan-superman/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ketidakpastian Hukum by Design</title>
		<link>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/ketidakpastian-hukum-by-design/</link>
		<comments>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/ketidakpastian-hukum-by-design/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 05:21:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sueng</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Nggrundel]]></category>

		<category><![CDATA[Hukum]]></category>

		<category><![CDATA[ketidakpastian]]></category>

		<category><![CDATA[undang-undang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangmaya.lensa.or.id/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Ketentuan perundangan semestinya dibuat supaya ada kepastian hukum terhadap satu hal. Tapi ada beberapa hal yang membuat munculnya perundangan justru membuat munculnya banyak ketidakpastian.
Terlalu seringnya suatu ketentuan berubah akan memunculkan kesan ketidakpastian karena hari ini dengan besok ketentuannya sudah berbeda. Misalnya baru tahun kemarin belok kiri langsung kecuali ada larangan , tahun ini sudah berubah menjadi belok kiri tidak boleh langsung kecuali ada tanda diperbolehkan....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketentuan perundangan semestinya dibuat supaya ada kepastian hukum terhadap satu hal. Tapi ada beberapa hal yang membuat munculnya perundangan justru membuat munculnya banyak ketidakpastian.<br />
Terlalu seringnya suatu ketentuan berubah akan memunculkan kesan ketidakpastian karena hari ini dengan besok ketentuannya sudah berbeda. Misalnya baru tahun kemarin belok kiri langsung kecuali ada larangan , tahun ini sudah berubah menjadi belok kiri tidak boleh langsung kecuali ada tanda diperbolehkan.<br />
Terlalu sering/banyak kekecualian juga menambah tingkat ketidakpastian. Pada waktu belok kiri langsung diperbolehkan banyak tulisan belok kiri langsung di setiap simpangan menimbulkan pertanyaan apakah yang tidak ada tulisannya tidak boleh langsung ? ini jelas bertentangan dengan undang-undang, pertanyaannya berlanjut sampai sekarang pada waktu belok kiri tidak boleh langsung lagi.<br />
Penegak hukum yang tidak konsisten makin menambah ketidakpastian ini. Pada waktu belok kiri langsung sesuai dengan undang-undang banyak penegak hukum yang menilang pengendara yang belok kiri langsung , bagaimana dengan saat ini ?<br />
Ini hanya salah satu gambaran kepastian hukum di negaraku tercinta ini, nampaknya memang ketidakpastian ini sengaja dipelihara.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/ketidakpastian-hukum-by-design/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ARINC 653</title>
		<link>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/arinc-653/</link>
		<comments>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/arinc-653/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 10:58:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sueng</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<category><![CDATA[ARINC]]></category>

		<category><![CDATA[ARINC 653]]></category>

		<category><![CDATA[hypervisor]]></category>

		<category><![CDATA[microkernel]]></category>

		<category><![CDATA[POK]]></category>

		<category><![CDATA[RTOS]]></category>

		<category><![CDATA[Xtratum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangmaya.lensa.or.id/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Benda apa pula ini ? kalau menurut wikipedia sih merupakan spesifikasi software untuk pemisahan space dan time dalam sistem kritis pada aplikasi real time untuk penerbangan. Maksud space dan time disini nampaknya berkaitan dengan alokasi memori dan alokasi waktu/penjadwalan.
Di dalam OS yang umum kita mengenal istilah process dan thread, biasanya process mempunya konteks memory yang terpisah dengan process lain. Sedangkan thread (dikenal juga sebagai light process) biasanya berjalan pada sat...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Benda apa pula ini ? kalau menurut <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/ARINC_653">wikipedia</a> sih merupakan spesifikasi software untuk pemisahan <em>space</em> dan <em>time</em> dalam sistem kritis pada aplikasi <em>real time</em> untuk penerbangan. Maksud space dan time disini nampaknya berkaitan dengan alokasi memori dan alokasi waktu/penjadwalan.<br />
Di dalam OS yang umum kita mengenal istilah process dan thread, biasanya process mempunya konteks memory yang terpisah dengan process lain. Sedangkan thread (dikenal juga sebagai light process) biasanya berjalan pada satu process dan mempunyai konteks memory yang campur dengan thread lain selama berada dalam satu process.<br />
Pada Real Time OS/kernel dimana biasanya semua aplikasi berjalan di ring 0 biasanya hanya dikenal terminologi thread, sehingga semua thread berbagi alokasi memory tidak ada pemisahan.<br />
Pada sistem yang kritikal hal ini berbahaya karena sedikit kesalahan satu thread dalam mengakses memory dapat membuat sistem secara keseluruhan mati.<br />
Perkembangan microprocessor saat ini yang sangat pesat juga membuat kemampuan satu processor sangat besar sehingga sayang kalau hanya dimanfaatkan untuk satu jenis aplikasi. Pemuatan hardware processor dengan lebih dari satu aplikasi membuat perlu adanya pemisahan alokasi memory untuk setiap aplikasi.<br />
Mungkin hal-hal inilah yang mendorong munculnya spesifikasi ARINC 653.<br />
Nampaknya spesifikasi itu tidak hanya valid untuk aplikasi penerbangan tetapi aplikasi lain seperti telekomunikasi dan networking juga akan mendapatkan manfaat yang besar dari situ.<br />
Misalnya satu processor dapat digunakan sebagai router, firewall dll dan tetap menjaga keterisolasian masing-masing aplikasi, sehingga kalau misalnya firewall macet process routing tetap bisa berjalan.<br />
Implementasi spesifikasi seperti ini biasanya dilakukan oleh perusahaan besar yang akan menjual produknya dengan harga mahal, sudah adakah implementasi open source nya ?<br />
Ternyata sudah ada yaitu <a href="http://pok.gunnm.org/">POK</a> tentu saja ini merupakan implementasi kernel yang sederhana, untuk kebutuhan telekomunikasi dan networking marus harus didevelop network driver dan layer-layer diatasnya. Nampaknya pekerjaan yang cukup serius dan menarik, mungkin ada rekan-rekan mahasiswa yang berminat untuk menjadikannya tugas akhir ?<br />
Tim <a href="http://www.xtratum.org/">Xtratum</a> ternyata mempunyai ide yang menarik yaitu dari spesifikasi ARINC mereka membuat hypervisor untuk real time, sehingga di atas kernel xtratum dapat dijalankan beberapa RTOS bahkan Linux.<br />
Dunia embedded dan sistem real time ternyata masih belum berhenti berkembang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/arinc-653/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cek Database Lock - oracle</title>
		<link>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/cek-database-lock-oracle/</link>
		<comments>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/cek-database-lock-oracle/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 07:18:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sueng</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Catatan Teknik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangmaya.lensa.or.id/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[select b.sid,b.username,b.status,c.type,c.lmode,c.request,d.name,sql_fulltext from v$sql a, v$session b,v$lock c, sys.obj$ d
where b.sid=c.sid
and a.sql_id=b.sql_id
and d.obj# = c.id1;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>select b.sid,b.username,b.status,c.type,c.lmode,c.request,d.name,sql_fulltext from v$sql a, v$session b,v$lock c, sys.obj$ d<br />
where b.sid=c.sid<br />
and a.sql_id=b.sql_id<br />
and d.obj# = c.id1;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/cek-database-lock-oracle/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Stirling Engine ?</title>
		<link>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/kenapa-stirling-engine/</link>
		<comments>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/kenapa-stirling-engine/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 07:14:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sueng</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<category><![CDATA[Stirling Engine]]></category>

		<category><![CDATA[Sustainable Energy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangmaya.lensa.or.id/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Stirling Engine adalah salah satu alternatif konversi panas matahari ke bentuk energi lain. Dengan stirling engine panas matahari dapat langsung dikonversi ke gerakan yang pada akhirnya dapat digunakan untuk menggerakkan generator. Secara thermodynamic stirling engine mempunyai tingkat efisiensi yang paling tinggi dibanding jenis mesin lain seperti internal combustion engine misalnya.
Bagi saya pribadi stirling engine ini lebih menarik dibanding dengan solar cell. Yang membuat saya tertarik ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Stirling Engine adalah salah satu alternatif konversi panas matahari ke bentuk energi lain. Dengan stirling engine panas matahari dapat langsung dikonversi ke gerakan yang pada akhirnya dapat digunakan untuk menggerakkan generator. Secara thermodynamic stirling engine mempunyai tingkat efisiensi yang paling tinggi dibanding jenis mesin lain seperti internal combustion engine misalnya.<br />
Bagi saya pribadi stirling engine ini lebih menarik dibanding dengan solar cell. Yang membuat saya tertarik karena teknologinya maupun skala ekonomisnya dimungkinkan dikerjakan oleh bengkel mekanik yang banyak di Indonesia. Sementara untuk solar cell harus dikerjakan oleh perusahaan berskala multinasional.<br />
Yang menjadi kendala adalah efisiensi panas yang dimiliki suatu striling engine bervariasi sangat lebar. Efisiensi berada pada kisaran 2%-30% bergantung terutama pada disainnya. Pada disain yang bagus dan dicapai efisiensi tertingginya akan sangat menarik dibanding solar cell.<br />
Untuk mengatasi kendala seperti ini mungkin bisa ditempuh dengan menggunakan simulasi fisika terlebih dahulu untuk setiap disain stirling engine yang akan diimplementasikan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/kenapa-stirling-engine/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bayi Anda Kuning ?</title>
		<link>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/bayi-anda-kuning/</link>
		<comments>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/bayi-anda-kuning/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 03:55:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sueng</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Life]]></category>

		<category><![CDATA[Bayi]]></category>

		<category><![CDATA[Bayi kuning]]></category>

		<category><![CDATA[Jaundice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangmaya.lensa.or.id/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Lebih dari setengah bayi lahir saat ini sering berwarna kuning, istilah bahasa inggrisnya jaundice. Jaundice disebabkan oleh deposit pigmen kuning yang disebut bilirubin dalam darah. Bilirubin ini adalah hasil dari pecahnya sel darah merah yang sebenarnya normal pada fisiologi tubuh manusia. Pada manusia dewasa bilirubin dipisahkan dari darah oleh liver dan dibuang pada sistem sekresi / kencing. Pada bayi yang baru lahir bilirubin yang dihasilkan melebihi kemampuan liver memprosesnya sehingga...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lebih dari setengah bayi lahir saat ini sering berwarna kuning, istilah bahasa inggrisnya jaundice. Jaundice disebabkan oleh deposit pigmen kuning yang disebut bilirubin dalam darah. Bilirubin ini adalah hasil dari pecahnya sel darah merah yang sebenarnya normal pada fisiologi tubuh manusia. Pada manusia dewasa bilirubin dipisahkan dari darah oleh liver dan dibuang pada sistem sekresi / kencing. Pada bayi yang baru lahir bilirubin yang dihasilkan melebihi kemampuan liver memprosesnya sehingga tidak dapat dibuang melalui sistem sekresi dan menjadi deposit dalam darah sehingga membuat kulit berwarna kuning. Warna kuning biasa mulai terlihat pada wajah kemudian bahu dan perut selanjutnya tangan dan kaki. Kondisi ini pada keadaan normal berlangsung mulai hari kedua kemudian memuncak sampai hari ke lima , kemudian akan berkurang pada hari ketujuh sampai kesepuluh.<br />
Pada kondisi kandungan bilirubin rendah sampai menengah kondisi ini akan hilang dengan sendirinya tanpa perawatan tertentu, tapi pada kondisi yang tinggi (lebih dari 20mg/dl) biasanya pada bayi dilalukan perawatan fototerapi. Kondisi kandungan bilirubin yang tinggi ini kadang bisa dilihat pada kekuningan yang sudah mencapai telapak tangan dan telapak kaki. Kondisi kandungan bilirubin yang tinggi ini juga cenderung membuat bayi menjadi sering tidur dan tangisannya melemah. Jika terlihat gejala seperti ini sebaiknya segera diperiksa oleh dokter karena efek sampingnya dapat mengganggu sistem saraf otak.<br />
Perawatan fototerapi harus dilakukan di rumah sakit dan harus memisahkan si bayi dengan ibunya yang pada sisi lain mempunyai dampak negatif. Misalnya membuat psikologis si ibu jatuh dan/atau membuat proses menyusui menjadi berkurang kualitasnya karena pada umumnya, kesempatan ibu untuk menyusui bayi yang berada dalam perawatan &#8220;dijatah&#8221;, dan si ibu biasanya disarankan untuk memompa ASInya sehingga tetap bisa diberikan kepada bayi; kondisi yang tidak selalu bisa dilakukan ibu menyusui, apalagi jika hal tersebut terjadi dalam kurun waktu kurang dari seminggu setelah melahirkan, dimana ASI belum cukup banyak diproduksi dan kondisi psikologis si ibu yang belum membaik setelah melewati proses persalinan. Untuk mengurangi kemungkinan ini yang bisa lakukan oleh para ibu di rumah adalah dengan menjemur bayi di pagi hari sekitar 15 menit dan berikan ASI sebanyak mungkin supaya bayi semakin sering kencing untuk membuang kandungan bilirubin dalam darah. Tujuan fototerapi/berjemur ini adalah untuk membuang bilirubin melalui sekresi untuk membantu kerja liver. Sebenarnya ada satu alat yang disebut biliblanket, yaitu perangkat untuk melakukan fototerapi tapi berbentuk seperti selimut sehingga bayi tetap dapat disusui selama perawatan tapi alat ini nampaknya mahal dan belum terlihat ada di rumah sakit indonesia, semoga segera ada produk lokalnya.<br />
Yang digambarkan diatas biasa disebut normal jaundice yang biasa muncul pada hari kedua sampai 7-14 hari. Kemudian, ada pula jaundice yang abnormal, yang biasa muncul pada 24 jam pertama atau baru muncul setelah berumur lebih dari 7-4 hari. Kondisi ini harus diwaspadai karena kemungkinan jaundice yang terjadi disebabkan oleh faktor lain misalnya ASI. Kondisi ini dikenal sebagai Breastmilk Jaundice. Breastmilk jaundice dapat disebabkan oleh tidak kompatibelnya golongan darah ibu dan anak yang menyebabkan kekuningan juga, dan kemungkinan munculnya tipe jaundice ini lebih besar jika salah satu ibu atau anak memiliki golongan darah O; tapi jaundice jenis ini jarang terjadi. Untuk mengatasinya pemberian ASI harus dihentikan dulu untuk sementara, sambil bayi diberi perawatan fototerapi jika kadar bilirubin dalam darahnya cukup tinggi.<br />
Dede Zakki ,seperti kakanya Rana dulu, juga terkena jaundice. Pada waktu Rana dulu kadar bilirubinnya 12 mg/dl, sehingga oleh dokter langsung dirujuk untuk dirawat di bagian perinatal rumah sakit, yang membuat bunda jadi &#8216;down&#8217; dan proses menyusui jadi terganggu, apalagi saat itu baru hari ke-4 dari kelahiran Rana dan ASI bunda belum benar2 keluar, masih berupa kolostrum -yang sebenarnya sangat baik untuk bayi yang baru lahir, namun jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan cairan yang diperlukan Rana dalam proses perawatan, sehingga saat itu Rana diberi tambahan susu formula. Kali ini kadar bilirubin dede Zakki pada saat check up pertamanya ke dr anak tempo hari juga tinggi, bahkan mencapai 18.5 mg/dl tapi karena Zakki cukup kuat menyusu dan sekresinya banyak, dokter masih membolehkan Zakki dirawat dirumah hanya sekarang ada obat racik yang diberikan untuk membantu pembuangan bilirubin melalui air kencing. Semoga bilirubin Zakki mulai cepat hilang beberapa hari ke depan sebelum harus kontrol lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/bayi-anda-kuning/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Padhang mBulan</title>
		<link>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/padhang-mbulan/</link>
		<comments>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/padhang-mbulan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 08:55:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sueng</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[lagu anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangmaya.lensa.or.id/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Yo prokonco dolanan nang njobo
Padhang mbulan , mbulane koyo rino
Rembulane-ne , sing ngawe-ngawe
Ngelingake ojo podho turu sore]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yo prokonco dolanan nang njobo<br />
Padhang mbulan , mbulane koyo rino<br />
Rembulane-ne , sing ngawe-ngawe<br />
Ngelingake ojo podho turu sore</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/padhang-mbulan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mangkat Sekolah</title>
		<link>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/mangkat-sekolah/</link>
		<comments>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/mangkat-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 08:53:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sueng</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[lagu anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangmaya.lensa.or.id/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Saiki aku wis gedhe
Sekolah mangkat dhewe
Ora susah di eterake 
Darengan karo kancane
Yen mlaku turut pinggiran
Ora pareng gojekan
Nang dalan akeh kendaraan
Mengko mundak tabrakan

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saiki aku wis gedhe<br />
Sekolah mangkat dhewe<br />
Ora susah di eterake<br />
Barengan karo kancane<br />
Yen mlaku turut pinggiran<br />
Ora pareng gojekan<br />
Nang dalan akeh kendaraan<br />
Mengko mundak tabrakan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/mangkat-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup di Atas Patahan</title>
		<link>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/hidup-di-atas-patahan/</link>
		<comments>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/hidup-di-atas-patahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 03:32:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sueng</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangmaya.lensa.or.id/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Sudah nasib rakyat Indonesia hidup di atas patahan dua lempeng benua. Sebagian besar wilayah Indonesia adalah wilayah rawan bencana gempa kecuali Pulau Kalimantan. Termasuk Bandung yang tepat berada di atas patahan lembang dan di lereng gunung Tangkuban Perahu, intaian bencana gempa tektonik maupun bencana gunung berapi sebenarnya hanya masalah waktu saja.
Sebagai umat beragama kita sering menyikapi bencana sebagai salah satu bentuk peringatan dari Yang Maha Kuasa atau bentuk cobaan supaya k...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah nasib rakyat Indonesia hidup di atas patahan dua lempeng benua. Sebagian besar wilayah Indonesia adalah wilayah rawan bencana gempa kecuali Pulau Kalimantan. Termasuk Bandung yang tepat berada di atas patahan lembang dan di lereng gunung Tangkuban Perahu, intaian bencana gempa tektonik maupun bencana gunung berapi sebenarnya hanya masalah waktu saja.<br />
Sebagai umat beragama kita sering menyikapi bencana sebagai salah satu bentuk peringatan dari Yang Maha Kuasa atau bentuk cobaan supaya kita selalu introspeksi diri dan meningkatkan tingkat ketaqwaan kita. Sikap seperti ini jika diterapkan pada bencana gempa bumi menurut saya perlu dikritisi. Bencana gempa bumi untuk kita masyarakat bangsa Indonesia sebenarnya hanyalah masalah waktu yang tidak bisa diketahui dengan pasti kapan akan terjadi, tetapi suatu saat pasti terjadi. Sama halnya dengan kita sakit atau kita akan mati suatu hal yang pasti terjadi.<br />
Karena bencana gempa bumi suatu saat pasti akan terjadi dilingkungan kita yang lebih penting adalah bukan baga‫imana menyikapi setelah gempa terjadi tapi justru bagaimana menyikapinya sebelum bencana terjadi.<br />
Sudah saatnya kita mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana itu jika pada saatnya nanti menimpa lingkungan kita. Sikap bisa mulai dari keluarga kita sendiri misalnya bagaimana mempersiapkan pembangunan rumah kita yang lebih tahan terhadap gempa, para ahli bangunan perlu lebih banyak mempublikasikan disain rumah tahan gempa yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Kita mulai sering mengingatkan anggota keluarga kita apa yang perlu dilakukan jika terjadi gempa, para ahli mitigasi gempa perlu lebih intensif mempublikasikan cara-cara menyelamatkan diri dari bencana gempa. Perlu dibuatkan banyak leaflet/brosur bergambar tentang antisipasi bencana gempa dan disebarluaskan. Pemerintah perlu makin ketat dalam mensyaratkan spesifikasi bangunan tahan gempa baik untuk perumahan maupun bangunan umum.<br />
Mungkin masih banyak lagi yang perlu kita persiapkan sebelum bencana terjadi sayang saya tidak punya pengetahuan yang cukup untuk menyampaikannya.<br />
Mari bersama kita hadapi gempa baik setelah maupun sebelum terjadi, gempa bukanlah bencana yang hanya menghampiri kita kalau kita berbuat maksiat, gempa bagaimanapun juga akan menghampiri kita baik kita rajin berdoa maupun tidak, siap ataupun tidak. Seperti halnya MATI sebaiknya kita mempersiapkan diri sewaktu masih HIDUP !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/hidup-di-atas-patahan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rana nganter bunda kerja</title>
		<link>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/rana-nganter-bunda-kerja/</link>
		<comments>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/rana-nganter-bunda-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 00:48:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sueng</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Life]]></category>

		<category><![CDATA[Kirana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elangmaya.lensa.or.id/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini Kirana belajar hal yang baru. Karena bangun kepagian membuat Rana tahu kalau bunda dan ayah sudah mandi dan pakai baju rapih pagi-pagi. Penginnya sih Rana ikut bunda tapi kan nggak mungkin Rana ikutan bunda ngajar. Jadi hari ini Rana hanya ngantar bunda sampai depan pintu saja sambil melihat ayah dan bunda pergi bekerja. Tentu saja disertai dengan tangis dan air mata.
Yah rana hari ini belajar hal yang baru , mengantar ayah dan bunda kerja cuma sampai depan pintu tapi lain kali ngga...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini Kirana belajar hal yang baru. Karena bangun kepagian membuat Rana tahu kalau bunda dan ayah sudah mandi dan pakai baju rapih pagi-pagi. Penginnya sih Rana ikut bunda tapi kan nggak mungkin Rana ikutan bunda ngajar. Jadi hari ini Rana hanya ngantar bunda sampai depan pintu saja sambil melihat ayah dan bunda pergi bekerja. Tentu saja disertai dengan tangis dan air mata.<br />
Yah rana hari ini belajar hal yang baru , mengantar ayah dan bunda kerja cuma sampai depan pintu tapi lain kali nggak pakai nangis yah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elangmaya.lensa.or.id/archives/rana-nganter-bunda-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
