Kurikulum di Indonesia mungkin termasuk kurikulum terhebat didunia. Anak-anak SD kalau sudah lulus oleh kurikulum sudah dipastikan menjadi seorang yang Super Human. Sudah siap untuk menjadi apa saja, peneliti calon pemenang nobel ok, penyanyi jempolan ok, atlet kaliber olimpiade-pun ok. Tidak kebayang beban berat yang mereka dukung selama 6 tahun karena harus mempersiapkan itu semua.
Alangkah menyenangkannya bersekolah SD seandainya mereka hanya belajar yang memang mereka perlukan untuk anak seusia mereka. Alangkah menyenangkannya kalau mereka dapat berkonsentrasi dengan belajar yang memang menjadi keunggulan dan/atau kesenangan mereka. Mungkin kurikulum hanya cukup mewajibkan belajar berhitung, berbahasa dan berbudi pekerti yang baik saja selebihnya adalah pilihan. Alangkah menyenangkannya bersekolah.
Mungkin karena yang membuat kurikulum di negara ini adalah orang-orang genius yang sudah menjadi super human sejak mereka lahir sehingga menganggap semua anak Indonesia juga mempunyai kemampuan yang sama dengan mereka. Padahal seandainya kurikulum bisa dibuat lebih sederhana akan banyak keuntungan yang bisa didapat. Anak benar-benar paham akan esensi dari pengetahuan dasar yag dibutuhkan manusia. Lebih mudah menghasilkan guru dengan kualitas yang tinggi. Dan yang lebih penting bisa lebih menghemat anggaran negara.
Gila sok banget gua !
DIJUAL : Meriam miniatur jaman VOC ada lima buah berbeda ukuran
kontak : sugeng at elkafi dot org









On August 23rd, 2009 Aki said:
Using
Hehe baru ngasih komen soalnya baru buka.
Ah urusan kurikulim mah ti baheula ge kitu Eng. Lieur urang mah. Hayang sagala bisa tapi teu mampu. Ceuk urang sunda mah Ngarawu ku siku.