Salah satu proyek pengembangan yang sedang dilakukan di kantor adalah modifikasi mesin diesel supaya dapat beroperasi dengan menggunakan bahan bakar campur solar dan gas. Pengembangan ini sebenarnya pernah kita lakukan beberapa tahun yang lalu untuk mensin genset yang berkapasitas cukup besar, kali ini kita akan terapkan untuk mesin mobil niaga dengan teknik yang berbeda.

Berbeda dengan mesin berbahan bakar bensin dimana bahan bakar dapat 100% digantikan dengan gas mesin diesel tidak demikian halnya. Mesin diesel masih tetap memerlukan solar dalam campuran bahan bakarnya yang digunakan untuk memicu pembakaran. Hal ini dikarenakan perbedaan cara kerja mesin bensin dan mesin diesel. Pada mesin bensin pembakaran dipicu oleh busi yang mengeluarkan percikan api. Pada mesin diesel udara yang masuk dimampatkan sampai tekanan cukup tinggi supaya suhunya naik sampai pada titik dimana solar dapat terbakar.

Karena perbedaan inilah pada mesin diesel bahan bakar tidak dapat murni digantikan dengan gas tetapi harus campuran antara gas dan solar walaupun prosentasi solarnya jauh lebih kecil sekitar 20%.
Mixed Fuel
// April 15th, 2008Website Kumpeni
// September 27th, 2007Sudah tidak ingat lagi berapa bulan website perusahaan dibiarkan terbengkalai hanya dengan satu halaman depan tanpa arti.
Penginnya sih tadinya mau memakai CMS gratisan gitu biar rada keren tapi kok ya mualesnya itu tidak sembuh-sembuh.
Sampai akhirnya kemarin ada teman protes. Dia mau tunjukin perusahaan kita ke potensial investor tapi kok websitenya payah. Akhirnya diputuskan pakai halaman statis aja. Cari disain dari OSWD yang cocok. Gunakan bahan-bahan yang sudah ada. Luangkan waktu iseng selama satu setengah hari. Voila jadilah seperti berikut ini :

Sementara cukuplah. Berikutnya mesti dibenerin kata-katanya banyak yang pabaliut. Habis itu perbanyak materinya biar lebih lengkap.
Field Proven
// June 12th, 2006Menjadi operator sekelas WCO memang menuntut persyaratan yang ketat. Termasuk diantaranya tentu saja pengadaan perangkat. Perangkat yang dibeli harus sudah teruji dilapangan supaya tidak mengganggu layanan yang diberikan.
Persyaratan field proven ini terasa makin berat. Di dokumen RKS tender yang paling baru disebutkan perangkat harus sudah terpasang di minimal dua negara dengan akumulasi kapasitas minimal 100.000 sst. Persyaratan yang tidak mungkin dipenuhi oleh produk dalam negeri saat ini.
Perangkat kami memang baru terpasang di dua lokasi (bukan dua negara) dengan kapasitas terpasang 360 sst (bukan 100.000 sst) jadi sudah tidak mungkin untuk ikut tender ini. Makin berat saja jadi produsen dalam negeri. Sudah bersusah payah mengembangkan mau dijual di negeri sendiri saja repot. Ekspor barangkali ? Tapi harus mencari negara yang tidak mementingkan produk dalam negeri
.
First Appearance at Cijoged
// March 16th, 2006This is my first visit to Cijoged after about 45 days our DLC installed in this site. We hope this is our last time we are updating firmware for our DLC after several instability and bugs found.
We haven’t test enough the DLC at the laboratory and instability start appearing when DLC facing real traffic. The major problem is come from
If this last version firmware stable for at least one week the next stop is Makasar and already at the waiting list is Balikpapan and Pugeran Yogjakarta.
![]() This is me |
![]() From left : mas Bas , me , Ato |
![]() From left : me , mas Bas |
Life At Kalijati Subang : DLC V5.2
// January 24th, 2006Sebagai tindak lanjut dari proyek DLC yang baru saja selesai adalah pemasangan perangkat DLC di masing-masing Divisi Regional yang berpartisipasi.
Divisi Regional 3 mengalokasikan DLC-nya untuk mencatu pelanggan di daerah Kalijati Subang. Saat ini DLC tersebut sudah terpasang dan siap untuk melayani pelanggan dengan total kapasitas terpasang 180 satuan sambungan telepon.
Seperti inilah wajah DLC V5.2 buatan Indonesia pertama yang terpasang di lapangan ( bisa masuk MURI dong
).


DLC R&D Project Closed
// December 24th, 2005Akhirnya perjalanan panjang pekerjaan Pengembangan Teknologi Akses DLC V5.2 dinyatakan selesai. Perjalanan panjang yang benar-benar menguras tenaga dan keuangan kami selama dua tahun terakhir ini, alhamdulillah minggu kemarin telah berhasil dilakukan rekonsiliasi proyek dan presentasi hasil akhir di hadapan menejemen PT Telkom.
Perjalanan pekerjaan ini memang cukup unik, rasanya di Indonesia jarang proyek yang tujuannya untuk pengembangan perangkat kecuali mungkin dengan suatu lembaga pendidikan. Pekerjaan dimulai saat beberapa Divisi Regional PT Telkom masih dioperasikan oleh mitra KSO. Pada saat itu masing-masing mitra KSO berkewajiban menyisihkan pendapatannya untuk keperluan riset dan pengembangan. Dana ini cukup besar dan oleh pemerintah melalui Ditjen Postel saat itu mengumpulkan dana tersebut dan dikelola oleh sebuah yayasan yang bernama YLTI (Yayasan Litbang Telekomunikasi dan Informatika). Beruntung perusahaan kami menjadi salah satu partner yang ditunjuk untuk melakukan pengembangan DLC.
Pembahasan topik pengembangan dimulai sejak bulan Maret 2003 , dimulai dengan topik pengembangan perangkat Digital Pairgain. Digital pairgain menjadi topik utama karena pada saat itu PT Telkom mempunyai banyak masalah dengan sambungan pairgain analog yang saat itu banyak dimiliki oleh PT Telkom, mulai dari masalah kualitas yang buruk sehingga kecepatan untuk koneksi data sangat lambat sampai masalah kehandalan, diharapkan dengan digital pairgain masalah tersebut dapat ditanggulangi.
Dari topik digital pairgain yang semula hanya berkapasitas 4-1 ( 4 kanal telepon ditumpangkan pada 1 pasang kabel tembaga) berkembang ke digital pairgain berkapasitas besar sampai dengan 30 kanal dan menggunakan antarmuka digital untuk sambungan ke sentralnya. Topik berkembang terus sampai disepakati akan dikembangkan perangkat Digital Loop Carrier dengan protokol V5.2. Dipilih protokol V5.2 karena protokol ini mendukung konsentrasi sehingga dengan sambungan ke sentral sejumlah 30-120 kanal dapat melayani pelanggan sampai dengan 1000 pelanggan.
Pekerjaan dimulai dengan disepakatinya kontrak di bulan Desember 2003 dan waktu yang diberikan adalah hanya 10 bulan dari permintaan kami sekitar 18 bulan, karena memang agak susah untuk proyek di suatu BUMN mempunyai rentang waktu lebih dari satu tahun. Hal ini cukup menyulitkan bagi kami karena pekerjaan pengembangan yang dilakukan cukup banyak , mulai dari rancangan modul-modul perangkat keras, pembuatan firmware untuk setiap modul , pembuatan protokol stack V5.2 dan pembuatan aplikasi
Sebagai gambaran saja perangkat yang harus dirancang adalah sebagai berikut :
- Modul utama yang berfungsi sebagai digital switch dan protokol V5.2
- Modul E1 adalah modul antarmuka digital untuk sambungan ke sentral telepon
- Modul Pelanggan untuk sambungan ke arah pelanggan berkapasitas 10 pasang kabel tembaga
- Modul NMS berisi SNMP agent yang menghubungkan modul utama dengan aplikasi NMS
- Processor yang kita libatkan disini lebih dari satu tergantung kepada kebutuhannya yaitu : PowerQUICC untuk Modul utama , Rabbit untuk modul NMS dan Atmel AVR untuk modul yang lain
- Bahasa pemrograman yang digunakan adalah : assembler , C, C++ dan C#
- Real Time Kernel yang digunakan : eCOS , PRRTX dan uC OS
Dengan sedemikian banyaknya pekerjaan dan berbagai kendala yang dihadapi termasuk kendala memenuhi kebutuhan perut (khas UKM) , kami tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, untungnya PT Telkom dapat memahaminya dan memberi kami perpanjangan waktu. Akhirnya kami dapat menyelesaikannya bulan ini sehingga total waktu pekerjaan adalah 24 bulan.
Hasil akhir dari pekerjaan ini adalah 5 buah prototype DLC dengan kapasitas masing-masing 180 sambungan telepon yang berfungsi dengan baik. Kelima prototype ini akan diinstalasi di kelima divisi regional yang ikut berpartisipasi mendanai proyek ini.
Setelah selesai pekerjaan pengembangan ini tentu saja kami berharap agar tidak berhenti sampai disini saja. Ada dua hal yang patut ditindak-lanjuti yaitu :
- Tahap kelanjutan dari pengembangan yaitu produksi dan pemasaran
- Pengembangan berkelanjutan
Tahap produksi dan pemasaran penting supaya apa yang sudah dihasilkan dapat lebih berdaya guna dan dapat mengembalikan investasi yang sudah dikeluarkan selama ini. Tujuan mulianya sih kita berangan-angan supaya lebih mandiri dibidang industri telekomunikasi mengingat saat ini dominasi perangkat telekomunikasi masih dipegang oleh asing. Tetapi keputusan melangkah ke tahap produksi juga harus dipikirkan masak-masak mengingat persaingan yang semakin ketat terutama dari produk yang berasal dari negeri China.
Pengembangan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mendukung tahap produksi supaya barang yang dihasilkan dapat terus bersaing dipasaran. Masih banyak hal yang dapat dikembangkan disini. Saat ini DLC yang dihasilkan masih hanya mempunyai layanan telepon saja dan hanya dapat disambungkan ke sentral berbasis circuit switch. Mestinya dimasa mendatang DLC ini harus dapat melayani layanan broadband misalnya atau layanan triple-play. DLC juga mestinya dapat berinteraksi dengan Next Generation Network bukan hanya dengan circuit switch saja.
Berikut ini ada skrinsut dari perangkat DLC dan aplikasi NMS :


Sign Language Translator
// August 26th, 2005Film Congo kemarin diputar lagi di HBO. Sebenarnya saya sudah melihat film ini sejak diputar di bioskop tetapi menonton kemarin jadi lebih menarik dan membuat berkhayal macam-macam. Gara-garanya adalah di kantor baru saja browsing tentang solid state gyroscope.
Bagian yang menarik adalah membuat gorila bicara. Lebih tepatnya sebenarnya mengajar bahasa isyarat ke gorila dan menggunakan alat tambahan untuk menterjemahkan bahasa isyarat ke suara. Sepertinya teknologi ini sangat fiktif sekali, tapi dari sisi teknologi alatnya sebenarnya sudah sangat memungkinkan.
Ukuran solidstate gyroscope saat ini sudah cukup kecil untuk diletakkan di pergelangan tangan. Dengan penempatan gyros tersebut memungkinkan mendeteksi gerakan tangan untuk diproses oleh microprocessor. Dengan menggunakan bantuan teknologi lain seperti Digital Signal Processing , pattern recognition dan text-to-speech gerakan tangan tadi dapat diterjemahkan menjadi suara dengan memanfaatkan kamus yang sudah disimpan.
Dengan kemampuan microprocessor dan kapasitas flash memory yang tersedia dipasar saat ini ukuran dari alat penterjemah tersebut mungkin tidak perlu sebesar ransel lagi tapi cukup sebesar PDA, atau mungkin saja aplikasinya berjalan di atas PDA yang disambungkan dengan sensor gyroscope.
Tinggal menunggu kapan muncul di pasaran nih , atau sebenarnya sudah ada ?
Gotong Royong
// May 26th, 2005Pernah menyambangi situs Fundable ? Situs menarik yang melakukan layanan pengumpulan dana untuk satu proyek tertentu. Bisa menjadi alternatif untuk pendanaan proyek-proyek kecil maupun proyek-proyek open source. Sayang pengumpulannya menggunakan PayPal jadi saja orang Indonesia tidak bisa ikutan
.
Kalau dikembangkan di Indonesia bisa jalan atau tidak ya ? Mungkin pertanyaannya ada kebutuhan apa tidak dulu barangkali, setelah itu baru dikembangkan sistemnya. Aspek paling penting mungkin masalah kepercayaan. Sangat penting dikembangkan sistem yang dapat mendeteksi tingkat amanah dari team leader , dalam kasus Fundable digunakan sistem yang mirip dengan ebay ditambah dengan 3 orang peserta awal sebelum proyek dapat listing.
Seandainya di Indonesia dapat berjalan mungkin proyek-proyek senilai 10 juta rupiah dapat didanai melalui sistem ini dan bisa jadi proyek tersebut akan menjadi cikal-bakal industri.
QUICC Multi Channel HDLC : It’s working at last
// March 23rd, 2005After many tweaking on hardware (cutting AT pin PowerQUICC MPC850) and software (trying many configuration , initialization sequence and timing diagram mode) the crucial part for HDLC communication is working now. So far several hardware driver already finished are :
- Zarlink digital crosspoint :
- DPLL ,
- Frame Syncronization ,
- timeslot switching for PSTN modul, E1 modul and QMC HDLC.
- QUICC Multichannel HDLC controller
Next TODOs are :
- Test Communication with IO Module :
- Match Flag and CRC ,
- Match byte allignment ,
- Establishing NRM protocol,
- Test Information Flow with IO Module :
- Functional Test E1 Modul ,
- Functional Test PSTN Modul ,
- Test Communication Flow with LE simulator :
- Match Flag and CRC ,
- Match byte allignment ,
- Establishing LAPB protocol ,
- Test V5 Protocol with LE simulator :
- PSTN Protocol ,
- Control Protocol ,
- BCC Protocol ,
- Link Control Protocol ,
- Protection Protocol ,
- Ready for testing with real LE
Those TODOs must finish before Monday ![]()











