Total posts 128
Total comments 220

B6 d+ t+ k++ s u-- f- i- o+ x-- e+ l c-

Aku Bukan Superman

// February 28th, 2010

Kasihan sekali rasanya melihat beban tugas belajar yang diemban anak-anak jaman sekarang. Menjadi korban obsesi para profesor doktor yang pinter-pinter supaya seluruh anak Indonesia menjadi seperti mereka. Benarkah untuk bisa hidup di dunia ini kita harus dibekali dengan semua ilmu yang ada di dunia ini ? Mampukah setiap anak di Indonesia menyerap ilmu sebanyak para profesor doktor tersebut ? Apakah definisi sukses sebagai manusia Indonesia itu harus seragam ? Apakah semua harus kaya raya ? Apakah semua harus bertitel S3 , S4 , S5 ? Apakah hanya orang-orang seperti itu yang dapat berperan dalam pembangunan Indonesia yang besar ini ?

Stereotype-stereotype itu yang membuat kita tidak bisa menghargai peran orang lain dalam keberhasilan bersama. Karena hanya orang-orang dengan stereotype tertentu saja yang bisa dianggap berhasil.

Menurut saya keberhasilan itu harus dilihat dari banyak sisi , banyak faktor. Semua partisipan punya peran dalam menentukan keberhasilan, sehingga semua level dari yang paling bawah sampai paling atas harus dihargai perannya. Dengan pandangan seperti itu berarti keberhasilan masing-masing pribadi juga tidak bisa disamakan tergantung dari masing-masing keahliannya. Semua keahlian jadi harus dihargai. Semua kemampuan harus dihargai.

Tentu saja ada beberapa faktor/kemampuan dasar yang harus dikuasai setiap pribadi.

Karakter positif/budi pekerti adalah satu faktor yang harus dimiliki setiap individu. Supaya berperan terhadap komunitas individu-individu haruslah jujur , tepat janji , berani dan tentu saja faktor positif lain yang tidak dapat saya sebutkan karena tidak semua saya ketahui. Sayangnya saat ini anak-anak kita sekarang disuguhi contoh-contoh yang sebaliknya , padahal pendidikan yang paling efektif dalam bidang ini adalah CONTOH.

Kemampuan verbal dan tulis adalah hal kedua yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk keperluan berkomunikasi. Bukan maksud saya mendiskriminasi para difabel karena para difabel bisa menggunakan media lain yang setara untuk berkomunikasi. Kemampuan ini penting kalau kita ingin maju bersama , tanpa adanya kemampuan ini yang ada hanyalah kekacauan karena selalu terjadi miskomunikasi. Pesan tidak pernah sampai ke tujuan sehingga eksekusi tidak pernah sesuai dengan yang diinginkan. Keputusan tidak dapat dibuat tepat sasaran karena informasi yang sampai mengalami distorsi karena salah dalam penyampaian.

Kemampuan berhitung adalah kemampuan dasar yang ketiga harus dimiliki oleh setiap individu. Semua individu harus dapat menghitung peran-peran yang dimilikinya. Dapat menghitung resiko-resiko yang menimpanya. Dapat menghitung keuntungan-keuntungan yang akan diterimanya. Masing-masing dapat menghindarkan diri dari penipuan.

Menurut saya ketiga hal itu yang harus dijejalkan pada pendidikan dasar sehingga anak-anak benar-benar siap untuk menerima ilmu pada jenjang berikutnya dan/atau berperan dalam komunitas pada tingkatan tertentu.

Di pendidikan yang lebih lanjut barulah anak-anak bisa diperkenalkan pada ilmu-ilmu lain yang dalam pembelajarannya sangat membutuhkan ketiga kemampuan tersebut untuk mencernanya. Pada pendidikan yang lebih tinggi barulah spesialisasi dilakukan.

Tapi itu semua memang hanya hasil pemikiran orang biasa yang hanya punya kemampuan pikiran sangat dangkal tidak bisa menjangkau jauh, hanya bisa menyimpulkan dari kejadian sehari-harinya untuk ditulis dalam lembar sampah. Yang melihat setiap hari orang-orang pinter yang hanya memanfaatkan kepandaiannya untuk keperluan diri sendiri dan menipu orang lain.Yang berpikiran kepandaian hanyalah merusak tanpa adanya karakter yang positif.

1 Comment »


Bayi Anda Kuning ?

// October 22nd, 2009

Lebih dari setengah bayi lahir saat ini sering berwarna kuning, istilah bahasa inggrisnya jaundice. Jaundice disebabkan oleh deposit pigmen kuning yang disebut bilirubin dalam darah. Bilirubin ini adalah hasil dari pecahnya sel darah merah yang sebenarnya normal pada fisiologi tubuh manusia. Pada manusia dewasa bilirubin dipisahkan dari darah oleh liver dan dibuang pada sistem sekresi / kencing. Pada bayi yang baru lahir bilirubin yang dihasilkan melebihi kemampuan liver memprosesnya sehingga tidak dapat dibuang melalui sistem sekresi dan menjadi deposit dalam darah sehingga membuat kulit berwarna kuning. Warna kuning biasa mulai terlihat pada wajah kemudian bahu dan perut selanjutnya tangan dan kaki. Kondisi ini pada keadaan normal berlangsung mulai hari kedua kemudian memuncak sampai hari ke lima , kemudian akan berkurang pada hari ketujuh sampai kesepuluh.
Pada kondisi kandungan bilirubin rendah sampai menengah kondisi ini akan hilang dengan sendirinya tanpa perawatan tertentu, tapi pada kondisi yang tinggi (lebih dari 20mg/dl) biasanya pada bayi dilalukan perawatan fototerapi. Kondisi kandungan bilirubin yang tinggi ini kadang bisa dilihat pada kekuningan yang sudah mencapai telapak tangan dan telapak kaki. Kondisi kandungan bilirubin yang tinggi ini juga cenderung membuat bayi menjadi sering tidur dan tangisannya melemah. Jika terlihat gejala seperti ini sebaiknya segera diperiksa oleh dokter karena efek sampingnya dapat mengganggu sistem saraf otak.
Perawatan fototerapi harus dilakukan di rumah sakit dan harus memisahkan si bayi dengan ibunya yang pada sisi lain mempunyai dampak negatif. Misalnya membuat psikologis si ibu jatuh dan/atau membuat proses menyusui menjadi berkurang kualitasnya karena pada umumnya, kesempatan ibu untuk menyusui bayi yang berada dalam perawatan “dijatah”, dan si ibu biasanya disarankan untuk memompa ASInya sehingga tetap bisa diberikan kepada bayi; kondisi yang tidak selalu bisa dilakukan ibu menyusui, apalagi jika hal tersebut terjadi dalam kurun waktu kurang dari seminggu setelah melahirkan, dimana ASI belum cukup banyak diproduksi dan kondisi psikologis si ibu yang belum membaik setelah melewati proses persalinan. Untuk mengurangi kemungkinan ini yang bisa lakukan oleh para ibu di rumah adalah dengan menjemur bayi di pagi hari sekitar 15 menit dan berikan ASI sebanyak mungkin supaya bayi semakin sering kencing untuk membuang kandungan bilirubin dalam darah. Tujuan fototerapi/berjemur ini adalah untuk membuang bilirubin melalui sekresi untuk membantu kerja liver. Sebenarnya ada satu alat yang disebut biliblanket, yaitu perangkat untuk melakukan fototerapi tapi berbentuk seperti selimut sehingga bayi tetap dapat disusui selama perawatan tapi alat ini nampaknya mahal dan belum terlihat ada di rumah sakit indonesia, semoga segera ada produk lokalnya.
Yang digambarkan diatas biasa disebut normal jaundice yang biasa muncul pada hari kedua sampai 7-14 hari. Kemudian, ada pula jaundice yang abnormal, yang biasa muncul pada 24 jam pertama atau baru muncul setelah berumur lebih dari 7-4 hari. Kondisi ini harus diwaspadai karena kemungkinan jaundice yang terjadi disebabkan oleh faktor lain misalnya ASI. Kondisi ini dikenal sebagai Breastmilk Jaundice. Breastmilk jaundice dapat disebabkan oleh tidak kompatibelnya golongan darah ibu dan anak yang menyebabkan kekuningan juga, dan kemungkinan munculnya tipe jaundice ini lebih besar jika salah satu ibu atau anak memiliki golongan darah O; tapi jaundice jenis ini jarang terjadi. Untuk mengatasinya pemberian ASI harus dihentikan dulu untuk sementara, sambil bayi diberi perawatan fototerapi jika kadar bilirubin dalam darahnya cukup tinggi.
Dede Zakki ,seperti kakanya Rana dulu, juga terkena jaundice. Pada waktu Rana dulu kadar bilirubinnya 12 mg/dl, sehingga oleh dokter langsung dirujuk untuk dirawat di bagian perinatal rumah sakit, yang membuat bunda jadi ‘down’ dan proses menyusui jadi terganggu, apalagi saat itu baru hari ke-4 dari kelahiran Rana dan ASI bunda belum benar2 keluar, masih berupa kolostrum -yang sebenarnya sangat baik untuk bayi yang baru lahir, namun jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan cairan yang diperlukan Rana dalam proses perawatan, sehingga saat itu Rana diberi tambahan susu formula. Kali ini kadar bilirubin dede Zakki pada saat check up pertamanya ke dr anak tempo hari juga tinggi, bahkan mencapai 18.5 mg/dl tapi karena Zakki cukup kuat menyusu dan sekresinya banyak, dokter masih membolehkan Zakki dirawat dirumah hanya sekarang ada obat racik yang diberikan untuk membantu pembuangan bilirubin melalui air kencing. Semoga bilirubin Zakki mulai cepat hilang beberapa hari ke depan sebelum harus kontrol lagi.

1 Comment »


Rana nganter bunda kerja

// June 17th, 2009

Pagi ini Kirana belajar hal yang baru. Karena bangun kepagian membuat Rana tahu kalau bunda dan ayah sudah mandi dan pakai baju rapih pagi-pagi. Penginnya sih Rana ikut bunda tapi kan nggak mungkin Rana ikutan bunda ngajar. Jadi hari ini Rana hanya ngantar bunda sampai depan pintu saja sambil melihat ayah dan bunda pergi bekerja. Tentu saja disertai dengan tangis dan air mata.
Yah rana hari ini belajar hal yang baru , mengantar ayah dan bunda kerja cuma sampai depan pintu tapi lain kali nggak pakai nangis yah.

1 Comment »


Angels and Demons the Movie

// May 30th, 2009

Lagi-lagi kecewaaa hatiku, nonton filem yang diangkat dari novel yang sudah pernah dibaca. Salahkah kita kalau berharap pas nonton filemnya dapat merasakan sensai yang sama dengan sewaktu membaca novelnya ? Salah kali yah ?
Waktu baca novelnya benar-benar tegang tapi pasti nonton filemnya kok garing. Mungkin karena kita sudah tahu plot-nya kali yah ?
Ini kekecawaan yang kedua setelah dulu kecewa juga waktu nonton Bourne Identity.
Mungkin alur yang benar nonton dulu filemnya baru baca novelnya, bukan sebaliknya. Tapi waktu nonton Da Vinci Code rasanya tidak kecewa, kenapa yah ?

No Comments »


Kirana sudah tidak nenen lagi

// May 28th, 2009

Sebenarnya sudah sejak bulan desember kita punya rencana untuk menyapih Kirana mengingat kita punya program untuk mendapatkan adiknya segera. Tapi berhubung si bunda tidak tega saja akhirnya rencana tersebut tidak kesampaian sampai si dede sudah menunjukkan keberadaannya di rahim bunda.
Jadi selama empat bulan kemarin si bunda tetap keukeuh menyusui teteh walaupun sudah hamil. Alasan bunda karena banyak informasi yang mengatakan hal tersebut bukan masalah dan nanti juga akan berhenti sendiri di usia kehamilan 4 bulanan.
Keengganan teteh menyusu mulai kelihatan sejak bunda-nya merasa kesakitan setiap kali dia nenen. Semula teteh masih maksa nenen walaupun hanya sebentar dan hanya diwaktu malam kalau pas terbangun. Sekarang walaupun terbangun malam juga tidak perlu nenen lagi cuma gantinya harus menyiapkan susu formula.
Nampaknya selain tidak tega melihat bundanya kesakitan, rasa susu yang dikeluarkan juga sudah berubah jadi membuat teteh tidak suka nenen lagi.

No Comments »


Salah Tanggal

// May 6th, 2008

Maksud hati memberi kejutan di pagi hari eh malah diketawain sama si cayang. Gara-garanya online sampai lewat tengah malam. Pas lihat email ada reminder ulang tahun pernikahan yang jatuhnya tanggal 7. Trus pas lihat tanggal kompi menunjukkan tanggal 6 wah langsung berniat memberi ucapan selamat habis subuhan. Tidak sadar pas ngelihat sudah jam 12.10 yang berarti pagi hari ini masih tanggal 6 belum tanggal 7. Jadi aja ucapan selamatnya kecepetan satu hari.

1 Comment »


Strategi Samudra Biru

// March 23rd, 2008

Basbang yah ? iyah basi banget , versi aslinya umurnya sudah tiga tahunan, yang versi indonesia sudah dua tahunan. Biasanya saya skeptis dengan buku-buku bisnis karena seringnya terasa teoritis dan tidak applicable di skala bisnis yang saat ini saya jalankan. Khusus untuk buku ini tadinya saya juga malas membeli, cukup baca cover-nya saja : “Ciptakan Ruang Pasar Tanpa Pesaing”. Satu hal yang selalu kami usahakan sejak dahulu kala tapi belum pernah menghasilkan hal yang signifikan. Saya pikir buku inipun tidak akan banyak membantu.
Akhirnya buku ini terbeli juga gara-gara bunda-nya rana mau membeli buku yang harganya hanya 12 ribu sementara kami tidak membawa uang tunai, jadi buku ini hanya untuk memenuhi limit pemakaian kartu saja.

Setelah membaca bab pertama buku ini , membuat saya tertarik untuk menuntaskan membacanya. Yang mencuri perhatian saya adalah pendapat bahwa inovasi nilailah yang menciptakan samudra biru bukan inovasi teknologi, sementara apa yang selama ini selalu kami kerjakan adalah berusaha menciptakan inovasi teknologi untuk membuka pasar. Inovasi nilai menggabungkan antara penurunan biaya dan penambahan nilai yang dirasakan pembeli.

Kanvas strategi yang diperkenalkan pada bab 2 juga tools yang menarik dan sangat jelas untuk menggambarkan posisi kita dalam industri. Tools ini digunakan di seluruh pembahasan dalam buku ini, Dalam kanvas strategi ini kita gambarkan seluruh nilai-nilai yang dirasakan oleh pembeli terhadap satu industri/produk beserta besarannya. Kita gambarkan pada kanvas yang sama posisi pesaing dan posisi kita saat ini.
Pembukaan samudra biru dilakukan dengan menghapus , mengurangi, meningkatkan dan menciptakan nilai-nilai pada kanvas sehingga terbentuk kurva baru yang unik berbeda dengan pesaing. Inilah yang disebut inovasi nilai yang akan membentuk samudra biru.
Aktivitas ini tentu saja tidak langsung menciptakan samudra biru. Buku ini memberikan langkah-langkah yang jelas mulai dari perumusan strategi yang dimulai dengan kanvas startegi tadi, menguji dan melaksanakannya.

Untuk membuka pasar baru buku ini memberikan beberapa tip yang masuk akal. Ada beberapa jalan yang ditawarkan. Dengan mencermati industri/produk alternatif, bandingkan kanvas strategi industri/produk anda dengan industri/produk alternatif dan buat kurva baru yang menggabungkan fitur unggul dari masing-masing produk.
Yang kedua dengan mengamati kelompok pengguna strategis pada industri/produk kemudian berusaha menjangkau semuanya.
Mengamati rantai pembeli juga dapat menciptakan samudra biru dengan mengemas produk sesuai rantai pembeli yang sebelumnya bukan sasaran utama dari produk.
Jalan keempat mencoba membuka pasar baru dengan menawarkan produk beserta jasa pelengkapnya, sesuatu cara yang sebelumnya tidak pernah terjadi di industri tersebut.
Penekanan daya tarik emosional atau fungsional bagi pembeli juga dapat menciptakan samudra biru dengan pemilihan penekanan yang tidak biasa terjadi.
Jalan terakhir adalah dengan tren-tren eksternal di sepanjang waktu.

Di bab-bab berikutnya di bahas tentang bagaimana menjalankan strategi ini supaya berhasil yang sepertinya generik dan dapat diterapkan untuk startegi apapun tapi tetap menarik. Di seantero buku ini tools kanvas strategi tetap digunakan sebagi tools utama untuk analisa kasus.
Di bagian terakhir (lampiran) dipaparkan strategi samudra biru yang sudah pernah diterapkan dalam berbagai industri.

Well sudah lama sekali saya tidak pernah menamatkan membaca buku seperti buku ini semoga berikutnya minimal satu bulan dapat membaca penuh satu buku.

3 Comments »


sedemikian lemahnyakah kita ?

// February 12th, 2008

atau seberapa pedulikah kita ? bahkan surat kabar nasional pun lebih memilih berita ramos horta sebagai headline dibanding kondisi perbatasan kalimantan barat

3 Comments »


Melahirkan di Rumah Sakit

// January 19th, 2008

Sudah lama pengin nulis topik ini tapi tidak kesampaian aja, sampai saat membaca tulisannya Firman Firdaus. Membaca posting ini makin membuat skeptis saja ke Rumah Sakit dan yang mulia para Dokter. Tapi adakah alternatif lain ? Pengobatan alternatif ? Dukun ?

Kembali ke topik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika memutuskan melakukan melahirkan di rumah sakit(lagi-lagi adakah pilihan lain ?)

Setelah bayi sukses menampakkan dirinya di dunia , para perawat biasanya langsung membersihkan bayi tersayang dan membawanya ke kamar bayi. Mungkin dengan sedikit berbaik hati perawat akan membiarkan ibundanya mencium bayi tersayang sebentar dan cuma itu. Saat baru dilahirkan semestinya bayi mendapatkan apa yang paling dibutuhkan yaitu sentuhan kasih sayang ibu dan susu dari ibundanya, tapi nampaknya susah didapat jika dilahirkan di rumah sakit. Tiara Lestari cerita banyak tentang inisiasi menyusui dini ini berdasar pengalaman pribadi. Banyak sekali manfaat inisiasi menyusui dini diantaranya merangsang kelenjar susu ibu untu memproduksi susu sebanyak mungkin. Kesimpulannya minta dengan sangat memaksa ke pihak rumah sakit untuk melakukan proses inisiasi menyusui dini kalau perlu dengan surat pernyataan.

Pihak rumah sakit biasanya juga mempunyai jadwal yang sangat ketat untuk waktu bayi menyusui sementara bayi tentu saja belum mengenal jadwal menyusu. Bayi perlu segera disusui begitu membutuhkannya. Penjadwalan yang ketat ini pada banyak ibu juga membuat produksi asi nya menjadi menurun. Di sisi lain oleh pihak rumah sakit bayi akan diberi susu formula (tentu saja dengan merk terkenal yang menjadi sponsor pihak rumah sakit) apabila bayi menangis karena haus. Jelas perlakuan ini tidak mendukung program ASI ekslusif bagi bayi. Yang lebih parah adalah hal ini memungkinkan bayi lebih memilih susu formula dibanding ASI dari ibundanya. Jadi kalau kita menginginkan bayi yang sehat dan berdaya tahan tubuh tinggi maka minta dengan sangat memaksa ke pihak rumah sakit untuk diberi kesempatan sang ibunda menyusui bayinya tanpa ikatan jadwal.

Kalau kita amati saat ini makin sering terjadi bayi terlalu kuning karena tingkat bilirubin yang tinggi. Solusi dari pihak rumah sakit biasanya disuruh menginap di rumah sakit untuk disinar selama beberapa hari tanpa di temani ibundanya. Tentu saja bayi akan mendapatkan susu formula lagi untuk meredakan kehausannya. Menurut beberapa ahli sebenarnya untuk mengatasi hal tersebut cukup dengan menyusui yang cukup dan berjemur di pagi hari sebentar setiap hari. Jadi bukannya malah dipisahkan dari ibundanya. Kalau kejadian di dua paragraf sebelumnya tidak terjadi maka sebenarnya kejadian ketiga ini tidak perlu terjadi. Teman yang mengajar di jurusan keperawatan di fakultas kedokteran salah satu perguruan tinggi terkemuka berpendapat itu sih memang bisnis-nya rumah sakit (??). Kesimpulannya beri ASI sebanyak mungkin untuk menghindari bayi menguning.

Semoga postingan ini bermanfaat untuk masa depan anak Indonesia yang lebih sehat dan kuat.

5 Comments »


Ladies Parking

// January 12th, 2008

Hari kamis dua hari yang lalu setelah peputeran nyari lab tidak ada yang buka, akhirnya mampir ke salah satu supermarket di jalan Riau. Pas mau keluar tempat parkir ada papan penunjuk yang tulisannya Ladies Parking. Maksudnya ???? Priviledge apa pelecehan ???
Sayang handphone istri ngadat buat motret jadi tidak ada skrinsutnya

9 Comments »