Total posts 128
Total comments 220

B6 d+ t+ k++ s u-- f- i- o+ x-- e+ l c-

Budidaya Bambu

// October 24th, 2008

Advokasi pelestarian lingkungan selama ini terkesan kontra produktif bagi dunia industri. Terpikir oleh saya seandainya advokasi bisa lebih diarahkan untuk mendorong industri yang memang berlandaskan pada pelestarian lingkungan. Pemikiran inilah yang menginspirasi untuk menulis posting ini.

Kenapa bambu ? Karena bambu mudah tumbuh di negara kita tanpa bantuan pestisida maupun pupuk kimia buatan. Bambu juga mempunyai struktur akar yang kuat untuk menahan terjadinya erosi sehingga bagus ditanam di lereng. Bambu mempunyai kecepatan fotosintesis 35% lebih dibanding tumbuhan yang lain sehingga dapat memproduksi oksigen lebih banyak. Sekali ditanam, bambu tidak perlu ditanami lagi karena otomatis beranak-pinak, tentu saja dengan pola panen yang teratur dan bijaksana disesuaikan dengan pertumbuhannya. Melihat keunggulan-keunggulan tersebut pohon bambu nampak dapat menjadi kandidat yang bagus untuk pelestarian lingkungan.

Memang punya nilai ekonomis ? Minimal ada dua hasil akhir dari bambu yang saat ini (sangat) dibutuhkan manusia, yaitu kertas dan kain. Khususnya kain yang berasal dari serat bambu mempunyai keunggulan dapat menghambat pertumbuhan bakteri sampai 70%. Pernah membaca tag pada kaos kaki/pakaian dalam yang meng-klaim sebagai anti bakteri ? Kemungkinan bahan dasarnya sudah dicampur dengan serat bambu.

Terus prosesnya bagaimana ? Proses awal sebelum menjadi kertas atau kain adalah kita harus memisahkan serat bambu dari batang bambu melalui proses pulping. Proses ini menggunakan cairan kimia yang berpotensi menghasilkan limbah. Untuk meminimalkan kadar limbah ini limbah yang terjadi harus diolah melalui recovery boiler supaya didapat cairan kimia yang akan digunakan pada proses pulping tadi.
Proses pulping tadi berlaku baik pada pembuatan kertas maupun kain hanya serat yang dihasilkan berbeda ukurannya.

Pada pembuatan kertas serat yang dihasilkan lebih halus dan bisa diproses menjadi kertas seperti pada pembuatan kertas yang biasa.

Pada pembuatan kain serat yang dihasilkan haruslah lebih panjang dan lebih teratur supaya dapat diproses selanjutnya. Proses berikutnya biasanya meliputi pencucian untuk menghilangkan unsur-unsur lain, penyisiran supaya serat menjadi lebih teratur dan peminyakan supaya serat mudah dipintal.
Setelah serat siap dipintal maka serat bambu tadi dapat dipintal dengan mesin pintal biasa supaya menjadi benang.
Setelah menjadi benang tahap berikutnya tentu saja penenunan untuk menjadi kain.

Bagaimana ? Ada yang berminat mem-bambu-kan Bandung Utara yang sudah semakin gundul ? Nanti tinggal merevitalisasi industri tekstil majalaya dengan bahan baku serat bambu.

7 Comments »


Nanosilikon

// June 14th, 2008

Berita tentang hasil penelitian pak Wilson Wenas tentang sel surya generasi kedua sebenarnya sudah basbang. Yang baru saya ketahui adalah ternyata silikon yang digunakan bukanlah silikon kristal tunggal seperti pada generasi pertama melainkan nanosilikon. Sementara berita yang memang baru adalah pak Wilson Wenas sudah mendapatkan investor untuk membangun pabrik sel surya generasi keduanya di Indonesia. Semoga sukses !
Berdasarkan teknologi yang ditemukan pak Wilson Wenas ini membuat harga sel surya per wattnya menjadi jauh lebih murah. Saat ini sel surya generasi pertama harga dipasar berkisar 5-6 dollar per watt. Harga ini membuat sel surya agak susah bersaing dengan sumber energi lain karena masih terlalu mahal. Untuk skala rumah tangga yang mumbutuhkan daya sekitar 2000 watt membutuhkan biaya sekitar 100 juta.
Dengan teknologi generasi kedua kata pak Wilson Wenas harganya dapat mencapai 1 dollar per watt. Dengan harga semurah ini bukan tidak mungkin nanti sebagian besar rumah di indonesia akan menggunakan sel surya sebagai sumber energinya. Didoakan semoga pabriknya cepat dapat berproduksi , mau pesen 5000 watt nih untuk bakal kantor baru :D.

1 Comment »


Industri Impianku

// May 24th, 2008

Seandainya aku seorang milyarder ada dua industri sangat sexy yang ingin kumiliki yaitu industri carbon fibre dan industri dc motor.

Industri Carbon Fibre
Industri ini sangat sexy karena merupakan kandidat yang sangat potensial menggantikan material logam pada kendaraan masa kini. Material pada kendaraan sudah mendesak untuk segera digantikan mengingat saat ini beban dari material inilah yang bertanggung jawab pada pemborosan bahan bakar yang dikonsumsi oleh kendaraan bermotor. Pemborosan ini bahkan mencapai 80% kata beberapa sumber.
Lebih menarik lagi tentu saja kalau bisa sampai ke industri hilirnya carbon composite moulding .

Industri DC Motor
Setelah dunia lepas dari fosil fuel dan reciprocating engine , dengan alternatif energi apapun motor dc sepertinya akan mendominasi aktuator untuk menggerakkan roda (tentu saja sebelum kendaraan anti gravity ditemukan). Riset disini masih tetap menarik, peningkatan efisiensi , mekanisme kopling roda dan perubahan fungsi menjadi generator pada kondisi tertentu untuk konservasi energi dll. Industri yang sangat seksi.

3 Comments »


Ransel identik dengan mahasiswa ?

// February 5th, 2007

Sabtu kemarin ikutan berpartisipasi datang di acara PhysicsPreneurship yang diselenggarakan HIMAFI ITB. Menurut brosur tiket masuk untuk umum Rp 40.000 sedangkan mahasiswa Rp 30.000.

Berhubung hari Sabtu agak nyantai saya hanya memakai polo shirt dan memanggul ransel. Pas di meja registrasi isi form sambil membayar memakai uang Rp 50.000-an dikembalikan Rp 20.000. Pada saat itu saya hanya berpikir ah mungkin harganya turun. Setelah lama dipikir-pikir lagi jangan-jangan karena penampilan disimpulkan sebagai mahasiswa, soalnya rekan-rekan wiraswastawan yang ngisi acara semuanya pake dasi :D.

Acaranya sendiri terbagi dua sesi. Sesi pagi dan sesi siang. Sesi pagi diawali oleh rekan Arvino dari Worxcode yang membahas kesamaan antara seorang fisikawan dengan wiraswasta. Digambarkan oleh rekan arvino sebagai observe-model-act ( versi lengkapnya lupa ).

Setelah rekan Arvino disambung oleh rekan Suwarman yang memperkenalkan perusahaan tempatnya bekerja. Yang menarik adalah pembicara ketiga dari senior saya Wilson Wenas. Rekan Wilson Wenas memulainya dengan studi industri hightech baru di Cina, studi penerapannya di Indonesia dan terakhir beliau paparkan tentang kerjaan beliau dalam mempersiapkan industri solar cell di Indonesia.

Sesi siang rencananya akan diisi oleh rekan Andri Yadi alumni fisika yang relatif masih muda dari angkatan 99, kemudian dari SBM ITB yang membahas Risk Management dan katanya dari Mandiri Securities yang tidak jadi karena terjebak banjir. Sayang untuk sesi siang saya tidak bisa ikut karena pengin bersama dede Rana hari ini.

Seminar yang cukup menarik dan langka, BRAVO buat HIMAFI ITB.

No Comments »