Pagi ini Kirana belajar hal yang baru. Karena bangun kepagian membuat Rana tahu kalau bunda dan ayah sudah mandi dan pakai baju rapih pagi-pagi. Penginnya sih Rana ikut bunda tapi kan nggak mungkin Rana ikutan bunda ngajar. Jadi hari ini Rana hanya ngantar bunda sampai depan pintu saja sambil melihat ayah dan bunda pergi bekerja. Tentu saja disertai dengan tangis dan air mata.
Yah rana hari ini belajar hal yang baru , mengantar ayah dan bunda kerja cuma sampai depan pintu tapi lain kali nggak pakai nangis yah.
Rana nganter bunda kerja
// June 17th, 2009Kurikulum yang sederhana tapi maniez
// June 15th, 2009Kurikulum di Indonesia mungkin termasuk kurikulum terhebat didunia. Anak-anak SD kalau sudah lulus oleh kurikulum sudah dipastikan menjadi seorang yang Super Human. Sudah siap untuk menjadi apa saja, peneliti calon pemenang nobel ok, penyanyi jempolan ok, atlet kaliber olimpiade-pun ok. Tidak kebayang beban berat yang mereka dukung selama 6 tahun karena harus mempersiapkan itu semua.
Alangkah menyenangkannya bersekolah SD seandainya mereka hanya belajar yang memang mereka perlukan untuk anak seusia mereka. Alangkah menyenangkannya kalau mereka dapat berkonsentrasi dengan belajar yang memang menjadi keunggulan dan/atau kesenangan mereka. Mungkin kurikulum hanya cukup mewajibkan belajar berhitung, berbahasa dan berbudi pekerti yang baik saja selebihnya adalah pilihan. Alangkah menyenangkannya bersekolah.
Mungkin karena yang membuat kurikulum di negara ini adalah orang-orang genius yang sudah menjadi super human sejak mereka lahir sehingga menganggap semua anak Indonesia juga mempunyai kemampuan yang sama dengan mereka. Padahal seandainya kurikulum bisa dibuat lebih sederhana akan banyak keuntungan yang bisa didapat. Anak benar-benar paham akan esensi dari pengetahuan dasar yag dibutuhkan manusia. Lebih mudah menghasilkan guru dengan kualitas yang tinggi. Dan yang lebih penting bisa lebih menghemat anggaran negara.
Gila sok banget gua !
Catatan : mengestrak file .deb
// June 6th, 2009Yang paling enak gunakan :
ar xv namapackage.deb
untuk melihat isinya saja :
ar tv namapackage.deb
Lembaga Penyelesaian Perselisihan
// June 1st, 2009Secara umum untuk menyelesaikan perselisihan antar pihak ya pengadilan. Tapi sistem ini menghabiskan waktu dan biaya. Malah ada pameo hilang ayam jadi hilang kambing. Hilang kambing jadi hilang sapi.
Di dunia bisnis sudah ada lembaga arbitrase yang bisa menyelesaikan perselisihan dengan lebih cepat dan lebih murah tapi bagaimana dengan bidang lain ?
Bagaimana dengan bidang pers misalnya. Sekarang untuk perselisihan disini korban hanya bisa melakukan hak jawab atau mengadu ke dewan pers, apakah ini cukup adil ?
Bagaimana dengan bidang kesehatan ? prosedur yang berbelit membuat orang lebih suka menuangkan uneg-unegnya ke milis atau ke blog yang akhirnya malah membuat korban jadi pesakitan.
Bagaiman dengan konsumen yang dirugikan ? Apakah lembaga semacam YLKI sudah mencukupi ?
Rupanya memang masih mahal keadilan di negara ini.








