Total posts 128
Total comments 220

B6 d+ t+ k++ s u-- f- i- o+ x-- e+ l c-

Tahun Baru-an di PVJ ?

// December 31st, 2007

Barangkali ada yang perlu info ini, selama tanggal 30-31 Desember dan 1 Januari parkir di PVJ Rp 2.000,- per jam. Ada yang punya info kenaikan bea parkir di mall lain selama tahun baru ?

No Comments »


“We ate our 1 y.o. baby…!” : Edible Picture

// December 27th, 2007

Ini bukan cerita tentang kanibalisme. Bukan juga lanjutan kasus Sumanto.

Ini tentang kue ulang tahun. Roti, kata orang Jawa mah. Bikin ‘roti’nya pake acara nangis darah berhubung kokinya amatiran; Saya, yang seumur idup baru bikin kue ’serius’ sendiri. Hasilnya lumayan, daripada lhumanyun; cake dari brownies kukus yg ngga cuma dihias krim dan gula2 bentuk dinosaurus & hati, yang bikinnya tapi juga photo anakku, yang satu senyum manis dan satunya lagi manyun sambil megang ’sorban’ (ambisi bunda dan para tante utk bikin pose imut). Bukan sembarang photo; Wangi manis gula, dgn rasa mirip2 kertas bakpao dan bisa dimakan alias edible. Jadilah, kami semua ‘memakan’ si dede sayang… :)

Edible picture ini kelihatannya sudah mulai jadi ‘trend’. Kalau selama ini kue alias roti utk perayaan2 biasanya dihias krim, bunga2, dan untuk acara anak2 biasa ditambah figure alias tokoh2 kartun kesukaan anak kecil seperti spongebob atau barney atau lain2, sekarang kue bisa dihias dengan photo. Terserah mau photo siapa, tapi biasanya photo yg dipasang juga photo yg ulangtahun. Idenya memang menarik; anak kecil juga bakal senang photonya bisa dicetak gede2 dan dipampang di kue ultahnya (cocok juga buat org2 narsis macem saya…hehehe…kalau jaman dulu sudah ada trend kue macam ini mungkin saya akan minta ulang tahun sebulan sekali!)

Saya sendiri dapat ide dari suami, yang kebetulan salah seorang temannya punya usaha pesanan kue termasuk kue dengan edible picture ini. Berhubung pengen nyoba bikin kue ~ceritanya ambisi pengen seperti ibu saya dulu yang selalu membuat sendiri kue ulangtahun untuk kami, anak2nya, akhirnya saya memaksa dan menyiksa diri. Saya memang ngga terlalu puas dengan hasilnya, tapi saya jadi punya semangat untuk nyoba lagi bikin kue. Apalagi, suami, ibu saya, dan mbak vita -teman suami saya tadi, menyemangati saya juga.

Yah, kali aja bisa bikin pencerahan buat saya, sekedar ada kegiatan selingan (itu juga kalau bisa diselingi dari ngurus si dede tercinta…hehe). Btw, klu mau kontak Mbak Vita atau mau liat2 blognya bisa liat di

No Comments »


Orang Bali lebih pinter dari orang Bandung

// December 13th, 2007

Ya begitulah ternyata , padahal di Bandung ada ITB. Coba saja lihat dengan membangun PLTSa dengan teknologi biogas berarti selain menyelesaikan masalah sampah juga ikut mengurangi tingkat emisi karbon ke udara. Walhasil berhasillah mereka mendapatkan kredit karbon. Beda dengan Bandung yang membangun PLTSa hanya asal sampah habis yang malah menimbulkan berbagai gejolak dan menambah emisi gas buang dari pembakaran sampah.
Bandung pinteran dikit dong !!!!

2 Comments »


Greenhouse bikin Global Warming…?

// December 9th, 2007

Haduhaduhaduh!!!

Heboh Global Warming alias Pemanasan Global ternyata tidak hanya marak di kalangan ilmuwan, pemerintah & pemerhati lingkungan. Sejumlah kalangan yang (kelihatannya) ngga ada nyambungnya dengan urusan ini ternyata ikut juga prihatin dan bersuara. Salah satunya saya lihat di tayangan infotainment salah satu stasiun tv siang tadi.

Seorang diva Indonesia, yang terkenal dengan inisial namanya (kalau di acara kuis bakal ada clue atau petunju “dua huruf!”), dalam satu wawancara, menyatakan keprihatinannya mengenai global warming tsb. Saya kutip kata-katanya: “…Saya tadinya bercita-cita punya green house, tapi ngga jadi, karena katanya green house bisa menyebabkan global warming…”

Ng…..?!
Yah….saya bukan orang cerdas, bukan manusia yang pintar. Tapi rasanya ada yang aneh di kata-kata sang diva. Saya kira, mungkin yang dimaksud penyanyi kondang tsb, bahwa ia khawatir greenhouse (effect) akan menyebabkan global warming, sehingga dia tidak jadi membangun greenhouse (= rumah kaca). Tapi kalaupun itu yang dia maksud, rasanya masih ada yang aneh; Ngga nyambung soalnya!
Setahu saya juga, greenhouse (= rumah kaca) yang biasa dijadikan tempat bercocok tanam ~biasanya sih untuk tanaman yang khusus atau untuk pembibitan dalam pertanian/perkebunan~, tidak menimbulkan global warming; hanya ‘local’ warming sebatas dinding sang greenhouse tsb.

Sepertinya ada yang mesti menjelaskan sedikit perbedaan tsb pada sang diva….

No Comments »