Total posts 128
Total comments 220

B6 d+ t+ k++ s u-- f- i- o+ x-- e+ l c-

Website Kumpeni

// September 27th, 2007

Sudah tidak ingat lagi berapa bulan website perusahaan dibiarkan terbengkalai hanya dengan satu halaman depan tanpa arti.
Penginnya sih tadinya mau memakai CMS gratisan gitu biar rada keren tapi kok ya mualesnya itu tidak sembuh-sembuh.
Sampai akhirnya kemarin ada teman protes. Dia mau tunjukin perusahaan kita ke potensial investor tapi kok websitenya payah. Akhirnya diputuskan pakai halaman statis aja. Cari disain dari OSWD yang cocok. Gunakan bahan-bahan yang sudah ada. Luangkan waktu iseng selama satu setengah hari. Voila jadilah seperti berikut ini :

Sementara cukuplah. Berikutnya mesti dibenerin kata-katanya banyak yang pabaliut. Habis itu perbanyak materinya biar lebih lengkap.

2 Comments »


napsu lebih kejam daripada (hasutan) syetan…? (Naudzubillah..!)

// September 24th, 2007

Tadi siang saya lihat berita di tv tentang sebuah ormas Islam di Cianjur yang men-sweeping warung2 yang jualan makanan di siang bolong. Ada yang salah? Sebenarnya sih ngga ada, tp berhubung mereka jualan makanan siang hari pas bulan puasa, para anggota ormas berpendapat bahwa tukang2 makanan tsb tidak menghormati umat Islam yg sedang berpuasa ramadhan.

Jadilah para muslim yang berpuasa menahan lapar, haus, dan hawa nafsu tsb merusak gerobak, kursi-meja serta tenda dan memaki sang ibu2 pemilik dagangan yang (disorot kamera) menangis meratap-ratap; jelas karena kegiatan berdagangnya berantakan; karena berarti tidak ada pemasukan hari itu, sesuatu yang saya yakin sangat diperlukan keluarganya karena rasanya ngga mungkin si ibu dagang sekedar untuk bersenang-senang mengisi waktu luang sambil ngabuburit.

Saya cuma terperangah dan sedikit banyak marah. Bukan sok membela, tapi saya kira si ibu tidak memasang undangan bagi kaum muslim yang berpuasa untuk batal puasa. Bukan pula, saya yakin, si ibu dan sejumlah pedagang lain sengaja jualan untuk menghina umat Islam yang berpuasa. Mereka hanya sekedar melakukan pekerjaan -yg saya kira halal- untuk dapet uang. Yang saya ngga habis pikir, orang2 di ormas tadi mengaku muslim, manusia beragama, Islam pula, sedang berpuasa Ramadhan, tapi koq ya ngga bisa pakai cara yg baik untuk menegur orang2 yang ‘menghina’ tsb. Tanpa acara menghancurkan properti milik orang lain dan memaki2. Lha bukannya yg spt itu yg bikin puasa makruhm bahkan batal? Seingat saya yang pengetahuannya sangat terbatas ini, dalam Qur’an maupun Hadist ngga ada larangan bagi seseorang untuk jualan makanan di bulan puasa. Lha ya asal jualannya yg halal dan dengan “menghormati yang sedang berpuasa”, dengan cara menutup warungnya pakai kain2 sehingga orang2 yg ngga puasa bisa ttp makan tanpa menyuguhkan pemandangan yang menggoda orang puasa. Sah-sah aja.

Maaf ya, saya ttp berpendapat org muslim di Indonesia ini banyak yang munafik. Termasuk saya. Kenapa harus selalu “Hormati KAMI, SAYA, yang sedang berpuasa!!!”. Harus orang lain yang menyesuaikan diri. Bukannya sebagai muslim yang baik mereka juga harus pintar2 menjaga emosi, menahan hawa nafsu, dan juga menghormati orang yang TIDAK puasa, karena yang tidak puasa juga butuh makan. Bahwa muslim adalah golongan mayoritas di Indonesia ngga bisa dijadiin alasan.

Hmph! Minta dihormati, tapi apa mereka bisa menghormati orang lain, yang sekedar berusaha dagang untuk dapet uang? Kalau dagangnya miras atau narkoba yha monggo digerebeg -dengan cara yang baik namun tegas juga tentu. Apalagi prostitusi. Tapi keseharian diluar bulan ramadhan, mereka bebaskan mata mereka melototin perempuan, mem-poligami istri(istri)nya tanpa ijin sang istri(istri), menzhalimi manusia lain…
hwampun deh….
Saya bukan manusia suci, tapi gimana bisa memberi contoh yang baik untuk sesama muslim kalau bersikap baik, fair dan menghargai manusia lain aja ngga bisa…

Mengingat ucapan guru agama jaman SD dulu, bhw di bulan puasa (ramadhan?) syetan dibelenggu, dirantai oleh Allah; jadi logicnya adalah manusia “hanya” berhadapan dengan hawa nafsu dari dalam dirinya tanpa bisikan dan godaan. Lhaaa, ya ternyata hawa nafsu ini lebih ‘buas’ ya dari hasutan syetan….
Astaghfirullah…

No Comments »


Puasa or not puasa. That’s (not) the question…

// September 24th, 2007

Rasanya biasa-biasa aja ngga puasa. Bukan karena saya ogah melaksanakan kewajiban sebagai muslimah, tapi saya merasa ada alasan (pembenar?) untuk tidak puasa Ramadhan -lagi- tahun ini. Kalau tahun kemarin saya ngga puasa karena hamil (saya jelas ngga mau jabang bayi tercinta kekurangan nutrisi karena saya maksa puasa), tahun ini saya, Insya Allah & Alhamdulillah, masih menyusui.

Sebagai salah satu pendukung gerakan pemberian ASI ekslusif, saya mungkin jadi peserta paling rakus. Makan bisa 5x sehari, itu baru makan nasi, ditambah cemilan2 dan susu minimal 3×200ml. Rakus? I don’t think so, soalnya badan saya tetep jadi kurus, bahkan berat badan saya lebih rendah dibanding sebelum hamil dulu; belum lagi rambut rontok sampai harus saya papas pendek banget, yg saya curiga gara2 nutrisi jatah si rambut diserap anakku. Jadi kebayang duong, gimana kalau saya sampai maksa puasa!? Bisa2 kekurangan cairan dan nutrisi buat saya dan baby micheline tercinta(not to mention starving alias kelaparan berat!)

Yang jadi pemikiran saya adalah mbayar puasanya. Tahun kmrn bayar fidiyah, dan tahun sekarang berencana gitu lagi. Suami yang rutin jadi pelanggan Rumah Zakat sudah ancang2 mau beli paket buka puasa yg ditawarkan RZ untuk mbayar fidiyah saya. Lumayan juga, per-paketnya 15 ribu, dan dgn lihat salah satu dialog di bulletinnya, pembayaran fidiyah dilakukan dengan perhitungan 3x sehari makan diganti 3x paket buka puasa, which means 3x 15ribu, dikalikan lagi sebulan puasa tahun ini. Lumayan gede juga! Sampai saya sempat (agak….) protes, karena saya merasa biaya makan saya sehari ngga se-besar itu. But then, saya itung2, dengan tingkat kerakusan saya dan ekstra susu serta cemilan2 yg saya lahap dalam sehari, mungkin memang segitu pengeluaran makan saya sehari (shout-out: GW RAKUUUUUSSSSS…..!!!….HUAHAHAHAHA!)
Jadi akhirnya saya setuju dengan plan mas suami. Toh kalaupun ternyata pada perhitungan real-nya ngga se-banyak itu yg saya keluarkan, toh Insya Allah ‘kelebihan’nya moga2 bisa dikonversikan Allah untuk pahala buat anakku tercinta, miss micheline. (Amiiin…!!!..dan “HUSH!?” …Seenaknya aja gw berusaha bargain masalah pahala dgn Sang Maha Kuasa!? Tapi, ya who knows….Astaghfirullah..hampura abdi, Gusti!!!)

Yah, berhubung michel udah kebangun dan saya masih ngantuk setelah bangun siapi sahur tadi, kayaknya mendingan tidur lagi deh skrg….hehehe…..
Btw, HAPPY BIRTHDAY TO ME! Ha-ha! Tadi pas bangun mas suami lgsg ucapin happy birthday, trus mum & my sister tlp, then waktu mau snuggling dede yg kebangun, saya nemuin sesuatu di atas bantal….my b’day present!!! From mas suami! And it’s something i’ve been setting my eyes-on bbrp lama ini….Heuheuheu…! Alhamdulillaah….Thank You cintaku :-*:-*:-*

No Comments »


MARHABAN YAA RAMADHAN 1428 H

// September 12th, 2007

Menyambut bulan suci Ramadhan saya atas nama pribadi dan keluarga mohon maaf ke semua rekan-rekan pembaca barangkali selama ini ada posting-posting ataupun komentar-komentar yang menyinggung hati.
Serta saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya semoga puasa tahun ini lancar dan penuh berkah.

Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu Ya Karim,
Marhaban Ya Ramadhan
Allaahumma baariklanaa fi Sya’ban wa ballighnaa Ramadhan
Aminn.

No Comments »


Siapa yang bodoh ?

// September 7th, 2007

Hakim kok disuruh minta pertimbangan ke menteri. Semestinya kan para pihak yang masing-masing mengajukan saksi untuk menguatkan masing-masing.
Memangnya Hakim underbow pemerintah.
Jadi siapa yang bodoh ?

A. Hakim
B. Anggota DPR
C. Penulis entry ini
D. Komentator
E. Pembaca

No Comments »


Chayankku

// September 5th, 2007


Diambil bulan Agustus 1985 di rumah Sulanjana, berarti dibulan-bulan pertama mas menapak kota Bandung. Kalau ketemunya waktu itu nggak jadi dede Rana kali ya :D .

1 Comment »