Total posts 128
Total comments 220

B6 d+ t+ k++ s u-- f- i- o+ x-- e+ l c-

Begitu mudahnya-kah mendekati presiden???

// June 30th, 2007

Saya pernah baca biografi seorang mantan pasukan pengawal presiden AS di salah satu majalah. Saya terkagum-kagum, membayangkan betapa mereka jadi barikade nyawa bagi sang presiden. Prosedur pengamanan bagi orang nomor satu di AS (dan mgkn salah satu yg paling berpengaruh juga di dunia) itu bukan main ketatnya. Butuh individu2 dengan pendidikan dan keahlian khusus untuk sekedar menghantar diri menjajakan jasa perlindungan dengan taruhan nyawa (saya kira gaji-nya pun nggak ece2…heu). Kemarin juga waktu Bush smpt menginjakkan kaki di indonesia untuk tidak lebih dari 24 jam, proses pengamanannya bikin pusing semua orang, sampai mengorbankan salah satu taman di Istana Bogor, menimbulkan protes kepala kebun istana dan sejumlah masyarakat. Soalnya halaman tempat rusa tutul biasa jalan2 itu disulap jadi landasan pendaratan helikopter untuk juragan Bush. Udah gitu ternyata ngga jadi dipakai pula; mungkin cuma dijadikan pengalih perhatian publik (dan teroris?), karena proses persiapannya masuk koran dan bisa difoto-foto segala. Huh!

Sementara Indonesia….
Paspampres kita kemarin kecolongan di Ambon, waktu SBY hadir dalam perayaan Hari Keluarga Nasional. Wkt Gubernur Ambon pidato, mendadak muncul ‘pasukan’ penari Cakalele ke lapangan, mula2 nari2 aja, dan belum beberapa menit sudah berusaha digiring keluar karena mereka sebenarnya ngga dapat jatah menghibur tamu dan presiden. Tau2 sambil berbalik mereka mengeluarkan bendera besar, bendera Republik Maluku Selatan alias RMS, yg sejak saya SD (which means, more than 2 decades ago!) udah exist di dunia politik+hankam Indonesia. Hebohlah wartawan.

Kebayang dong, acara yg dihadiri orang no. 1 Indonesia bisa disusupi seperti itu. Salah satu harian nasional menulis :”Aktivis gerakan separatis RMS yang menyamar sebagai penari cakalele menyusup ke lingkaran satu pengamanan Presiden RI di Lapangan Merdeka dan mencoba membentangkan bendera RMS dalam peringatan Hari Keluarga Nasional di Ambon…”
Bayangin….lingkaran satu berarti lingkaran terdalam, yg paling dekat dgn Presiden, bisa ditembus dengan gampang. Kalau kata orang Sunda “Lamun oray mah geus macok!” (kalau itu ular, sudah mematuk!)…
Segitu longgarnya kah penjagaan?? Ini baru menjaga manusia yg (kebetulan) jadi icon utama negara kita, lha gimana penjagaan keutuhan negara dan kepulauan Indonesia kalau gitu?? (nasionalis sekali bunyinya) Mengerikan.

Saya jadi ingat, keributan beberapa waktu ketika media mengekspose berita bahwa ada sekumpulan pulau kecil di wilayah Indonesia yang sudah dibeli, sudah disertifikasi Hak Milik oleh seorang warga negara asing. Ya, oleh orang yg bukan orang Indonesia, dan sedang dalam proses dijadikan semacam resort alias dipersiaplan untuk dikomersialisasi. Padahal Undang-undang disini jelas menyatakan bahwa hak kepemilikan tidak boleh diberikan kepada orang asing, yg bukan WNI aseli. Ada argumen bahwa setifikasinya diatasnamakan seorg WNI, tapi ya kalau sekedar pinjam nama ya sama aja bo’ong judulnya!

Belum lagi privatisasi sejumlah perusahaan, yang sahamnya dibeli perusahaan asing. Majority, that is. Mungkin dianggap bahwa itu bagian keberhasilan (orang) Indonesia menarik investor asing utk menanamkan modalnya di Indonesia, tapi keuntungan terbesarnya ya lari ke luar negeri. Orang Indonesia-nya, cuma jadi TKI di negeri sendiri. Sungguh Indonesia negara pensuplai tenaga kerja terbesar di Asia.

Menyedihkan memang. Saya ngga mencoba sok kritis disini, cuma kadang sedih waktu ngobrol dgn sejumlah mahasiswa saya dari dua sekolah tinggi; mereka sering mempertanyakan “kenapa” pada saya, yang harus bisa menjawab dari dua sisi mata uang. Sulit untuk menjawan dengan tidak memaki kemunduran yang terjadi di negara tercinta. Tapi apa yang bisa saya buat untuk itu? Selain berusaha menanamkan sedikit sanity, sedikit kesadaran buat calon penerus bangsa ini untuk berusaha menjaga keutuhan sumberdaya nasional, demi masa depan mereka, keluarga, dan anak-cucu mereka (dan saya) nantinya.

Nasionalis sekaleeeee…….!!!

No Comments »


Siapa bilang (cuma) laki2 adalah ego berjalan?

// June 29th, 2007

Almost midnite.
Iseng2 membudahkan sedikit isi kepala yang ngga2. Dengan harapan besok ngga error lagi ini processornya. Setelah semingguan ini ngaco melulu, ngga connect dan jadi being too emotional, snappy & bitchy, moga2 mulai malam ini, stlah tadi berbusa-busa dgn blog ini dan lain2.

Suami udah masuk peraduan lebih dulu (i can hea him snored from here….hehehehehe), and so does my lil’ michelle. Dua2nya harta-ku. Belahan jiwaku (cieee…). Jujur, kadang datang rasa pingin melarikan diri barang 1-2 jam, to spend time with me, myself and I (narciss). Ngga usah macem2, cukup jalan2 (window) shopping (shopping beneran juga ngga nolak), trus leyeh2 di sofa berteman regular caramel-frappio starbak (…harus hati2 dgn nama; Haki) sambil baca2.

Tapi bahkan saat ini pun pemikiran macem itu bikin saya merasa bersalah. Gimana bisa saya segitu egois, bahkan dlm berpikir?! Saya salut sama kakak2 ipar, adik ipar dan ibu saya. Saya ngerasa saya masih terlalu manja. Padahal saya sepantasnya bisa memanja-kan kedua harta saya td. But, again, is it wrong to be selfish even in my thoughts only?

Egois bukan cuma monopoly laki2,. Toh, being egois berarti emosi seseorang-lah yang bermain disitu (despite argument that ego came from a rational thoughts), sementara perempuan kan makhluk yang -katanya- cenderung mengedepankan emosinya, sadar ataupun tidak. Laki2 being egois dianggap sesuai dengan saying “man is a walking ego”; Tapi kalau perempuan yg egois… nampak sesuai sbg bahan celaan. Padahal being egois sekali2 kan ngga (sepenuhnya) salah.

Lagi2 upaya melegalisasi kekurangan. Ck! Saya bener2 harus bertobat.

No Comments »


Another episode of baby blues…?

// June 29th, 2007

Okay, this is weird.
I don’t know if there’s such a thing as “another baby-blues episode”, but if there is, then i guess i’m experiencing it these last week. Maybe i was just being hormonal or just being a bitch (forgive my language).
It seems nothing is right, nothing goes on the way I want. I even shout at my baby….my poor baby who knew not how to express her anger but scream. Such a horrible person i am!!! My darling husband also became a victim…
I wonder if my mum ever experience the same thing; she seem so…perfect, as a mum.

As far as i know, baby blue is a condition where a new mother, a woman who just gave birth, experiencing emotional problems; sometimes it’s caused by hormonal imbalance, or because the mother’s exhausted with the delivering process & taking care of the new baby. From the books i read, usually this condition occure during the first/early months. But remembering the case of mothers hurting or even murder their baby after 6 months or even 2-3 years after the birth (it happened recently in Ina/bdg), and i’m not having any thought of doing so, i might have a baby-blues syndrome. Another one, because i had it on my 1st month of being a mum.

Talking about that case, a mother in Ina/bdg who killed her 3 children - the eldest is 4, second one’s 2, the youngest is 5-6 monhts old- and was convicted as a psychopath, looks like baby-blues syndrome can took years to really had an effect to a mother. In the case, it seems the mum already had BBS ever since her 1st child’s born, but she manage to ignore it because so far she can make herself focused on her mother & wife tasks. But after sometime, she can’t hold it, because she started to have another problem in her mind: that she won’t be able to give her children a good life. So she decided to took theirs’.

God, i hope this kinda thing would never happen to me!!!
I jess have to control and remind myself that my baby, my husband, my family need me.
Because they’re part of me, part of my life.

No Comments »