Total posts 128
Total comments 220

B6 d+ t+ k++ s u-- f- i- o+ x-- e+ l c-

Ada dan Cell

// December 31st, 2005

Minggu ini ada dua hal yang menarik bagi saya yaitu bahasa Ada dan processor Cell. Bahasa Ada teringat kembali karena komentar di salah satu postingan lama sedang processor Cell karena memang masih hot dan rencananya akan digunakan pada console game PS3.

Sebenarnya saya mengenal bahasa Ada sejak tahun 1990 , waktu itu seorang teman kakak yang dinas di AURI baru pulang dari program belajar S2-nya di Naval Postgraduate School dan membawa oleh-oleh beberapa buku Ada. Sempat membuat copy-nya satu buku kecil yang sekarang entah dimana tetapi belum sempat mempraktekkanya maklum waktu itu belum kenal yang namanya Linux atau GNU jadi bingung mencari alat belajarnya.
Ada memang lebih banyak dipakai di kalangan militer sehingga jarang ditemui di aplikasi yang diperuntukkan bagi sipil dan sasaran utamanya adalah aplikasi embedded. Satu fitur yang menarik dari spesifikasi bahasa Ada adalah dukunganya terhadap paralel processing. Konsep task dan rendezvous (sinkronisasi) sudah ada sejak awal dalam spesifikasi bahasa Ada sementara dalam bahasa C lebih kepada system call. Implementasi paralel processingnya sendiri bagi saya masih belum jelas apakah tergantung kepada kernel ataukah sudah termasuk dalam implementasi compiler-nya.
Karena penggunaannya yang terbatas ini maka cukup sulit menemukan programmer yang menggunakan bahasa Ada jadi semangat belajar lagi, barangkali saja mendapat kontrak dari DoD :D. Jadi TODO dalam waktu dekat ini :

  • Gunakan crosstools menyiapkan tools cross compiling Ada untuk PowerQUICC
  • Membuat beberapa program kecil untuk dicoba dijalankan di paltform Adder
  • Mempelajari kemungkinan pemanfaatan Ada dengan menggunakan RTOS eCOS , pilihan lainnya adalah pindah ke RTEMS yang mendukung Ada atau paling tidak menggunakannya untuk pembanding
  • Mencoba porting protocol stack V5.2 ke Ada

Processor Cell memang benar-benar fantastis, strukturnya yang terdiri dari sebuah Power Processor Element dan 8 Synergetic Processor Element membuatnya mempunyai performansi 256 GFLOPS pada clock 4 GHz. Tentu sangat sayang kalau processor dengan kemampuan setinggi ini hanya digunakan untuk console game, beberapa perusahaan sudah mulai melihat peluang ini dan mulai merancang superkomputer skala desktop.
Aplikasi yang bisa diterapkan pada prosesor Cell ini memang sangat luas , mulai dari untuk keperluan scientific processing sampai dengan untuk aplikasi embedded misalnya untuk real time image processing dan real time 3D seismic processing. Peluangnya di masa depan luas sekali harus siap-siap untuk ikutan mengambil kesempatan nih.
TODO :

  • Cari dan download development system Cell
  • Pelajari
  • Beli PS3 kalau sudah release dan isi Linux (semoga bisa)

Selamat Tahun Baru 2006 ! <:-p

5 Comments »


DLC R&D Project Closed

// December 24th, 2005

Akhirnya perjalanan panjang pekerjaan Pengembangan Teknologi Akses DLC V5.2 dinyatakan selesai. Perjalanan panjang yang benar-benar menguras tenaga dan keuangan kami selama dua tahun terakhir ini, alhamdulillah minggu kemarin telah berhasil dilakukan rekonsiliasi proyek dan presentasi hasil akhir di hadapan menejemen PT Telkom.

Perjalanan pekerjaan ini memang cukup unik, rasanya di Indonesia jarang proyek yang tujuannya untuk pengembangan perangkat kecuali mungkin dengan suatu lembaga pendidikan. Pekerjaan dimulai saat beberapa Divisi Regional PT Telkom masih dioperasikan oleh mitra KSO. Pada saat itu masing-masing mitra KSO berkewajiban menyisihkan pendapatannya untuk keperluan riset dan pengembangan. Dana ini cukup besar dan oleh pemerintah melalui Ditjen Postel saat itu mengumpulkan dana tersebut dan dikelola oleh sebuah yayasan yang bernama YLTI (Yayasan Litbang Telekomunikasi dan Informatika). Beruntung perusahaan kami menjadi salah satu partner yang ditunjuk untuk melakukan pengembangan DLC.

Pembahasan topik pengembangan dimulai sejak bulan Maret 2003 , dimulai dengan topik pengembangan perangkat Digital Pairgain. Digital pairgain menjadi topik utama karena pada saat itu PT Telkom mempunyai banyak masalah dengan sambungan pairgain analog yang saat itu banyak dimiliki oleh PT Telkom, mulai dari masalah kualitas yang buruk sehingga kecepatan untuk koneksi data sangat lambat sampai masalah kehandalan, diharapkan dengan digital pairgain masalah tersebut dapat ditanggulangi.
Dari topik digital pairgain yang semula hanya berkapasitas 4-1 ( 4 kanal telepon ditumpangkan pada 1 pasang kabel tembaga) berkembang ke digital pairgain berkapasitas besar sampai dengan 30 kanal dan menggunakan antarmuka digital untuk sambungan ke sentralnya. Topik berkembang terus sampai disepakati akan dikembangkan perangkat Digital Loop Carrier dengan protokol V5.2. Dipilih protokol V5.2 karena protokol ini mendukung konsentrasi sehingga dengan sambungan ke sentral sejumlah 30-120 kanal dapat melayani pelanggan sampai dengan 1000 pelanggan.

Pekerjaan dimulai dengan disepakatinya kontrak di bulan Desember 2003 dan waktu yang diberikan adalah hanya 10 bulan dari permintaan kami sekitar 18 bulan, karena memang agak susah untuk proyek di suatu BUMN mempunyai rentang waktu lebih dari satu tahun. Hal ini cukup menyulitkan bagi kami karena pekerjaan pengembangan yang dilakukan cukup banyak , mulai dari rancangan modul-modul perangkat keras, pembuatan firmware untuk setiap modul , pembuatan protokol stack V5.2 dan pembuatan aplikasi NMS. Semula untuk mempercepat pekerjaan protocol stack akan kita beli saja tapi dilihat dari harganya sepertinya tidak memungkikan sehingga keputusan tetap untuk mengembangkan sendiri protocol stack V5.2.

Sebagai gambaran saja perangkat yang harus dirancang adalah sebagai berikut :

  • Modul utama yang berfungsi sebagai digital switch dan protokol V5.2
  • Modul E1 adalah modul antarmuka digital untuk sambungan ke sentral telepon
  • Modul Pelanggan untuk sambungan ke arah pelanggan berkapasitas 10 pasang kabel tembaga
  • Modul NMS berisi SNMP agent yang menghubungkan modul utama dengan aplikasi NMS
  • Processor yang kita libatkan disini lebih dari satu tergantung kepada kebutuhannya yaitu : PowerQUICC untuk Modul utama , Rabbit untuk modul NMS dan Atmel AVR untuk modul yang lain
  • Bahasa pemrograman yang digunakan adalah : assembler , C, C++ dan C#
  • Real Time Kernel yang digunakan : eCOS , PRRTX dan uC OS

Dengan sedemikian banyaknya pekerjaan dan berbagai kendala yang dihadapi termasuk kendala memenuhi kebutuhan perut (khas UKM) , kami tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, untungnya PT Telkom dapat memahaminya dan memberi kami perpanjangan waktu. Akhirnya kami dapat menyelesaikannya bulan ini sehingga total waktu pekerjaan adalah 24 bulan.
Hasil akhir dari pekerjaan ini adalah 5 buah prototype DLC dengan kapasitas masing-masing 180 sambungan telepon yang berfungsi dengan baik. Kelima prototype ini akan diinstalasi di kelima divisi regional yang ikut berpartisipasi mendanai proyek ini.

Setelah selesai pekerjaan pengembangan ini tentu saja kami berharap agar tidak berhenti sampai disini saja. Ada dua hal yang patut ditindak-lanjuti yaitu :

  • Tahap kelanjutan dari pengembangan yaitu produksi dan pemasaran
  • Pengembangan berkelanjutan

Tahap produksi dan pemasaran penting supaya apa yang sudah dihasilkan dapat lebih berdaya guna dan dapat mengembalikan investasi yang sudah dikeluarkan selama ini. Tujuan mulianya sih kita berangan-angan supaya lebih mandiri dibidang industri telekomunikasi mengingat saat ini dominasi perangkat telekomunikasi masih dipegang oleh asing. Tetapi keputusan melangkah ke tahap produksi juga harus dipikirkan masak-masak mengingat persaingan yang semakin ketat terutama dari produk yang berasal dari negeri China.

Pengembangan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mendukung tahap produksi supaya barang yang dihasilkan dapat terus bersaing dipasaran. Masih banyak hal yang dapat dikembangkan disini. Saat ini DLC yang dihasilkan masih hanya mempunyai layanan telepon saja dan hanya dapat disambungkan ke sentral berbasis circuit switch. Mestinya dimasa mendatang DLC ini harus dapat melayani layanan broadband misalnya atau layanan triple-play. DLC juga mestinya dapat berinteraksi dengan Next Generation Network bukan hanya dengan circuit switch saja.

Berikut ini ada skrinsut dari perangkat DLC dan aplikasi NMS :
Shelf DLC
NMS

3 Comments »