Total posts 128
Total comments 220

B6 d+ t+ k++ s u-- f- i- o+ x-- e+ l c-

Free SSL Certificate

// July 26th, 2005

Setelah sejak beberapa tahun yang lalu Thawte muncul dengan free email certificate-nya dan jaringan Web-of-Trust kali ini StartCom muncul dengan Free SSL Certificate .
Dengan free email certificate dari thawte pemakai email bisa mendapatkan certificate secara gratis yang dapat digunakan untuk menandai email dan dapat menerima email yang sudah ter-enkripsi. Jika pemakai free email certificate tersebut mengikuti jaringan Web-of-Trust maka dimungkinkan identitasnya tercantum pada certificate yang dia miliki setelah memenuhi kriteria tertentu.
Lompatan kembali dilakukan oleh StartCom dengan Free SSL Certificate yang tidak hanya dapat menandai/meng-enkripsi email akan tetapi juga bisa menandai suatu website dan juga membangun koneksi aman dengan menggunakan protokol SSL dan semua itu bisa didapat secara gratis.
Yang menjadi halangan adalah saat ini StartCom belum menjadi CA yang telah terpercaya masih harus dilakukan audit oleh pihak ketiga.
Dalam hal seperti ini agak membingungkan juga siapa yang berhak menentukan suatu CA dapat dipercaya dan secara default akan tercantum di browser-browser saat ini.
Beberapa tahun yang lalu ada perusahaan IT besar kita yang mencoba untuk membangun CA lokal tapi sepertinya kurang (atau malah tidak) berhasil.

4 Comments »


Membuat Biodiesel

// July 15th, 2005

Bagi yang ingin ber-3M dan ingin mulai menggunakan sumber energy alternatif membuat sendiri biodiesel mungkin bisa jadi awal yang baik.
Bahan dasar biodiesel sebenarnya adalah minyak sayur , tentu saja untuk dijadikan biodiesel konsumsi sendiri jangan beli di supermarket, tapi bisa digunakan minyak jelantah bekas menggoreng. Proses perubahan dari minyak sayur ke biodiesel sebenarnya adalah proses penggantian molekul gliserin yang ada pada minyak sayur dengan methanol sehingga menjadi biodiesel.
Secara kimianya apa yang sebenarnya terjadi adalah ikatan gliserin dengan hidrokarbon pada minyak sayur harus dipotong lebih dahulu kemudian tempatnya digantikan oleh methanol. Proses pemotongan ini membutuhkan bahan pembantu berupa NaOH atau KOH. Bahan pembantu ini tidak ikut bereaksi sehingga setelah proses berakhir akan didapat kembali.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa bahan-bahan yang harus dipersiapkan adalah minyak sayur (jelantah), methanol (alkohol) dan NaOH/KOH. Jumlah gliserin pada minyak sayur adalah 20% sehingga alkohol yang diperlukan juga berkisar 20% akan tetapi sangat tergantung pada kemurnian minyak dan alkohol yang dipakai. NaOH/KOH sebagai katalis perlu dilakukan tes coba-coba untuk menentukan jumlah pastinya dan akan mempengaruhi seberapa cepat biodiesel terbentuk.
Prosedur yang harus dilakukan adalah :

  • Larutkan NaOH/KOH ke dalam alkohol dan aduk selama 5 menit
  • Campurkan larutan di atas dengan minyak sayur dan aduk selama 15 menit sampai merata
  • Tunggu supaya gliserin mengendap di dasar
  • Setelah sekitar 8 jam pisahkan biodiesel dengan gliserin
  • Silahkan Dicoba

Disclaimer : Resiko ditanggung masing-masing
Referensi :

10 Comments »


Baby Kacang

// July 12th, 2005

Hasil USGTadi pagi sebelum ke kantor mengantar istri dulu ke RS Hermina kontrol ke dr James Thow. Dua minggu yang lalu pas dicek memakai USG belum nampak apapun eh tadi pagi sudah kelihatan baby kacangnya (meminjam istilah Dany karena baby-nya masih seukuran kacang), kata dokter sih umurnya sekitar 64 mingguan.
Tahun depan insya Allah jadi bapak nih. Semoga jadi anak sholeh amin.

5 Comments »


Hemat Energi

// July 7th, 2005

Setelah terjadi kelangkaan premium sejak beberapa hari yang lalu pemerintah berencana mengeluarkan peraturan tentang hemat BBM. Yang menarik muncul beberapa usulan yang rasanya memang pantas diikuti. Mulai dari jenis pakaian yang diusulkan berganti dari jas+dasi ke batik supaya AC bisa dihemat , sampai larangan sedan mewah dilarang menggunakan bahan bakar premium. Usulan-usulan tersebut rata-rata langsung menyentuh ke individu-individu.
Peraturan hemat energi sebenarnya juga dapat dilakukan sejak barang didisain dan diproduksi. Bisa saja dimasukkan ke dalam SNI misalnya TV bewarna dengan ukuran sekian inchi maksimum hanya boleh mengkonsumsi daya sekian watt. Jika tidak terpenuhi maka televisi tersebut tidak boleh beredar di pasaran. Peraturan ini dapat diterapkan untuk banyak barang konsumsi. Seperti kita ketahui hampir semua barang yang ada dirumah kita membutuhkan konsumsi listrik/energi sehingga peraturan seperti itu dampaknya akan sangat signifikan dalam penghematan energi.
Untuk kendaraan juga dapat diterapkan hal yang sama , misalnya kendaraan dengan kapasitas sekian penumpang hanya boleh mengkonsumsi bahan bakar sekian liter untuk setiap kilometernya.
Tentu saja semua peraturan tersebut harus dilahirkan dari riset yang seksama dan dapat berubah dengan berjalannya waktu karena teknologi yang semakin berkembang.

1 Comment »